Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menguak Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar Rp 1,35 Triliun: Peran Halim Kalla dan Modus Lelang yang Jadi Siasat

Ilma Nurrahma • Selasa, 7 Oktober 2025 | 21:45 WIB

Halim Kalla, adik Jusuf Kalla, resmi jadi tersangka proyek PLTU 1 Kalbar senilai Rp 1,35 triliun. Polisi ungkap dugaan skema lelang curang dan mangkraknya proyek.(Niaga.Asia)
Halim Kalla, adik Jusuf Kalla, resmi jadi tersangka proyek PLTU 1 Kalbar senilai Rp 1,35 triliun. Polisi ungkap dugaan skema lelang curang dan mangkraknya proyek.(Niaga.Asia)

RADAR TULUNGAGUNG - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalbar 1 yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 1,35 triliun kini tengah menjadi sorotan tajam.

Di balik proyek strategis nasional itu, aparat penegak hukum membongkar dugaan praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pihak.

Terrmasuk nama besar Halim Kalla,  seorang pengusaha sekaligus kerabat Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Baca Juga: KPK Kembalikan Alphard Immanuel Ebenezer, Ternyata Mobil Sewaan Kemenaker Bukan Aset Korupsi

Penetapan Halim Kalla sebagai tersangka sontak mengejutkan publik. Dalam pengembangan kasus, polisi menyebut adanya indikasi rekayasa proses lelang yang mengarah pada pengondisian pemenang tender.

Proyek yang seharusnya menjadi solusi pasokan listrik di Kalimantan Barat, justru berubah menjadi ladang praktik curang yang merugikan negara.

Menurut penyidik, modus operandi yang digunakan cukup sistematis. Proses lelang yang seharusnya bersifat terbuka dan kompetitif diduga telah direkayasa sejak awal.

Baca Juga: Diduga Terlibat Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PT PGN Hendi Prio Santoso Resmi Ditahan KPK

Salah satu indikasinya, perusahaan pemenang tender telah "dikondisikan" untuk memenangkan proyek sebelum proses seleksi dimulai.

Hal ini membuka tabir bahwa permainan kotor dalam proyek infrastruktur skala besar masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Sementara itu, Halim Kalla melalui kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap mengikuti proses hukum.

Baca Juga: TERUNGKAP! Sosok di Balik Hacker Bjorka yang Bobol 4,9 Juta Data Bank Nasabah Ditangkap, Ternyata Pemuda Pengangguran Asal Sulawesi Utara

Namun, penyidik telah mengantongi cukup alat bukti untuk menjeratnya, termasuk dokumen proyek, hasil audit, serta keterangan saksi yang memperkuat dugaan keterlibatannya.

Kasus ini tidak hanya mengungkap dugaan korupsi di sektor ketenagalistrikan, tetapi juga memperlihatkan celah lemah dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Aparat menyebut, penyidikan akan terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Kini publik menanti: akankah kasus ini menjadi momentum pembenahan serius dalam proyek-proyek strategis nasional, atau sekadar kisah hukum lain yang meredup sebelum usai? ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Halim Kalla #PLTU 1 Kalbar #PLTU Kalimantan Barat #Korupsi PLTU