RADAR TULUNGAGUNG – Kegiatan akbar keagamaan tahunan Haul Solo Habib Ali bin Muhammad Alhabsy, yang berpusat di Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, kembali menarik perhatian ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Namun, di tengah khidmatnya pelaksanaan Haul Solo yang berlangsung pada Minggu (12/10/2025) tersebut, muncul laporan serius mengenai aksi kejahatan yang meresahkan.
Tercatat, setidaknya 25 jamaah yang hadir dalam rangkaian acara Haul Solo ini menjadi korban pencopetan dan kehilangan barang bawaan.
Insiden yang memanfaatkan kondisi berdesak-desakan ini dikonfirmasi oleh Relawan Keamanan Haul Solo.
Baca Juga: 21 Agustus, Sejarah Pencurian Lukisan Fenomenal Mona Lisa yang Menggemparkan Dunia
Peristiwa pencopetan ini terjadi saat para jamaah, yang datang untuk mengikuti rangkaian acara Haul Habib Ali bin Muhammad Alhabsy, berdesak-desakan di lokasi.
Korban baru menyadari bahwa barang-barang berharga mereka telah raib setelah mereka berhasil keluar dari kerumunan jamaah di sekitar kawasan Masjid Riyadh Solo.
Arif Sarifudin, yang merupakan Relawan Keamanan Haul Solo sekaligus Ketua Barisan Serba Guna (Banser) Kota Solo, mengungkapkan bahwa hingga hari laporan dibuat, sudah ada 25 jamaah yang melaporkan kehilangan barang bawaan mereka.
Mayoritas korban yang melapor atas kehilangan barang mereka adalah ibu-ibu dan remaja yang turut serta dalam acara akbar ini.
Kehilangan ini diduga kuat terjadi karena adanya aksi terorganisir dari pencopet yang memang sengaja beraksi memanfaatkan kepadatan jamaah saat hendak menuju lokasi utama haul makam Habib Ali bin Muhammad Alhabsy, yang berada di dalam kawasan Masjid Riyadh Surakarta.
Situasi ini memaksa tim keamanan untuk segera bertindak dan meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan pengamanan dan peringatan keras kepada jamaah untuk senantiasa menjaga barang bawaan mereka dengan baik dan tidak lengah pun segera dikeluarkan oleh tim keamanan Haul Solo.
Kewaspadaan tim keamanan dan jamaah akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu malam, tepatnya pada tanggal 11 Oktober, seorang pelaku pencopetan berhasil tertangkap basah.
Pelaku tersebut kedapatan sedang mencoba mengambil ponsel milik salah seorang jamaah yang hendak memasuki kawasan masjid.
Penangkapan ini merupakan titik terang dalam upaya pengamanan acara keagamaan berskala besar di Kota Solo.
Setelah berhasil diamankan oleh jamaah lainnya, pencopet tersebut kemudian digelandang ke pos keamanan Haul Solo yang telah disiagakan. Di pos tersebut, pelaku menjalani interogasi awal oleh tim keamanan.
Guna menindaklanjuti kasus ini dengan prosedur hukum yang berlaku, pelaku yang tertangkap basah tersebut selanjutnya dibawa menuju Mapolresta Surakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tak berhenti pada satu penangkapan, pihak Polresta Surakarta yang segera mengusut laporan-laporan pencopetan selama kegiatan Haul berlangsung, berhasil mengamankan total dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku pencopetan.
Penangkapan ini dilakukan pada Sabtu malam, 11 Oktober. Kedua pelaku yang diamankan tersebut terdiri dari satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bentuk Komite Eksekutif Otsus Papua, Velix Wanggai Pimpin Percepatan Pembangunan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua terduga pelaku memiliki identitas dari luar Solo Raya. Pelaku laki-laki diketahui berasal dari Sragen. Sementara itu, pelaku perempuan merupakan warga yang beralamat di Jakarta Timur.
Saat proses pengamanan dan penggeledahan dilakukan di pos keamanan Haul Solo, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana pencopetan.
Dari tangan pelaku laki-laki yang berasal dari Sragen, petugas berhasil menyita dan menemukan sebuah dompet. Dompet yang ditemukan ini dicurigai bukan miliknya, karena tidak sesuai dengan identitas diri pelaku.
Temuan yang lebih signifikan didapati dari tas milik pelaku perempuan yang berasal dari Jakarta Timur. Dalam tas milik pelaku perempuan tersebut, petugas keamanan dan kepolisian berhasil menemukan beberapa dompet dan sejumlah ponsel.
Kesemua dompet dan ponsel yang ditemukan di tas perempuan tersebut dipastikan bukanlah milik pelaku, yang mengindikasikan bahwa barang-barang tersebut merupakan hasil kejahatan pencopetan yang dilakukan di tengah kerumunan jamaah Haul.
Penangkapan kedua pelaku ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan yang berusaha memanfaatkan momen-momen keramaian keagamaan seperti Haul Habib Ali bin Muhammad Alhabsy di Solo.
Kerja sama antara relawan keamanan, seperti Barisan Serba Guna (Banser) Kota Solo yang dipimpin oleh Arif Sarifudin, dengan pihak kepolisian, khususnya Polresta Surakarta, terbukti efektif dalam menjaga ketertiban dan menindak tegas aksi kriminalitas yang merugikan jamaah.
Saat ini, kedua terduga pelaku copet tersebut telah berada di Mapolresta Surakarta untuk menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut terkait aksi pencopetan yang telah merugikan 25 jamaah.
Pihak kepolisian terus mendalami jaringan dan modus operandi yang digunakan oleh para pelaku kejahatan ini.
Haul Habib Ali bin Muhammad Alhabsy merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang sangat penting, menarik tokoh-tokoh penting seperti Cawagub Jateng Gus Yasin, yang bahkan rela berjalan kaki satu kilometer untuk hadir.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, juga sempat mendorong optimalisasi Religious Tourism Kota Solo dalam kesempatan Haul tersebut.
Namun, insiden pencopetan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan aparat keamanan untuk terus memperketat pengamanan di masa mendatang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana