RADAR TULUNGAGUNG - Apes menimpa dua pemuda asal Tulungagung. Maksud hati untuk keluar rumah sambil ngopi, namun pulangnya jadi korban penganiayaan.
Polsek Kedungwaru kini tengah menangani kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Kecamatan Kedungwaru, pada Kamis (9/10) dini hari.
Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang, menjelaskan, korban diketahui berinisial IM, 32, warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, dan S, 29, warga Desa Kates, Kecamatan Kauman.
Keduanya menjadi korban pemukulan oleh sekelompok orang tak dikenal yang menghadang mereka di jalan.
Ipda Nanang menyebut bahwa peristiwa itu bermula saat kedua korban bersama seorang saksi baru saja selesai menikmati kopi di wilayah Pasar Ngemplak sekitar pukul 01.15.
Mereka kemudian berboncengan tiga menggunakan sepeda motor menuju arah Kelurahan Bago dengan melewati dam di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
“Namun, sesampainya di barat simpang tiga Jalan Sultan Agung, Desa Ketanon, mereka tiba-tiba dihadang empat orang tidak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor dari arah timur. Tanpa alasan jelas, para pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban,” terang Ipda Nanang.
Korban IM yang berusaha melerai justru menjadi sasaran utama. Ia mengalami luka di bibir kanan atas, dahi, serta goresan pada bahu bagian bawah leher.
Sementara S juga mengalami nyeri di pipi kanan akibat pukulan. Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri meninggalkan korban di lokasi kejadian.
Baca Juga: Ayah Prada Lucky Tak Terima Kematian Anaknya, Tuntut Hukuman Mati Bagi Pelaku Dugaan Penganiayaan
Tak terima atas insiden tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kedungwaru. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta membawa korban untuk divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung.
Dari hasil penyelidikan awal, satu orang yang diduga terlibat telah diamankan. Pelaku berinisial THY, 36, warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.
“Satu orang sudah kami amankan, dan saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain yang diduga turut serta dalam aksi kekerasan tersebut,” ungkap Ipda Nanang.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor bila mengalami atau mengetahui tindak kekerasan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana