Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Turun Tangan: Desak Investigasi Cepat dan Transparan Kasus Perundungan Mahasiswa Udayana

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:25 WIB

Satryo Soemantri Brodjonegoro (kiri) berdampingan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto
Satryo Soemantri Brodjonegoro (kiri) berdampingan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto

RADAR TULUNGAGUNG – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan duka cita yang mendalam dan menyatakan keprihatinannya.

Atas tragedi meninggalnya Timothy Anugrah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali, yang diduga kuat menjadi korban perundungan atau bullying di lingkungan kampusnya.

Kasus memilukan ini telah memicu respons cepat dari Kemendiktisaintek yang langsung mendesak pihak kampus untuk melakukan langkah investigasi yang cepat dan transparan.

Tragedi di lingkungan akademik Universitas Udayana ini menjadi sorotan nasional, mengingat pentingnya kampus sebagai ruang yang aman bagi seluruh civitas akademika.

Brian Yuliarto menyampaikan rasa terkejut dan sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara Timothy Anugrah Saputra.

Mendiktisaintek telah mengambil langkah awal dengan menghubungi langsung Rektor Universitas Udayana guna meminta penjelasan rinci mengenai insiden tersebut. Rasa duka cita mendalam dan simpati juga disampaikan langsung kepada keluarga korban.

Baca Juga: Aktor Ammar Zoni Dipindah ke Nusakambangan, Huni Lapas Super Maksimum dengan Sel Isolasi

Pernyataan ini disampaikan Brian Yuliarto usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (19/10/2025).

Ia menegaskan bahwa Universitas Udayana, dan seluruh institusi pendidikan tinggi lainnya, harus dipastikan menjadi ruang yang aman, bebas dari kekerasan dan perundungan.

Dalam merespons kasus perundungan yang menimpa mahasiswa Udayana tersebut, Brian mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Universitas Udayana untuk segera melakukan langkah cepat dan transparan dalam menelusuri secara tuntas penyebab insiden ini.

Baca Juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Banten yang Menampar Siswa di Lebak Dinonaktifkan, Keluarga Korban Lapor Polisi

Pihak kampus juga diinstruksikan untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan keluarga korban dan memberikan pendampingan penuh yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek mengonfirmasi bahwa pihak rektor Unud telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan investigasi menyeluruh, memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, serta memberikan dukungan bagi keluarga dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kasus ini.

Brian menekankan bahwa lingkungan pendidikan tinggi tidak boleh sama sekali menjadi tempat terjadinya kekerasan atau perundungan, baik dalam bentuk fisik maupun psikologis.

Mendiktisaintek mengingatkan bahwa pemerintah telah memiliki payung hukum yang kuat dan jelas yang dirancang untuk mencegah kekerasan di perguruan tinggi.

Regulasi yang menjadi acuan tersebut adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2024.

Peraturan ini secara spesifik mengatur tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual serta Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Kami sudah punya regulasi yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus. Ini menjadi acuan bagi seluruh perguruan tinggi agar memiliki mekanisme deteksi dini dan penanganan cepat,” jelas Brian, merujuk pada Permendikbudristek tersebut.

Kementerian, di bawah kepemimpinan Brian Yuliarto, berjanji akan memantau secara langsung seluruh proses investigasi yang berjalan di Unud.

Pemantauan ini krusial untuk memastikan bahwa suasana kampus tetap kondusif dan seluruh kegiatan akademik dapat berjalan normal tanpa adanya tekanan atau rasa ketakutan di kalangan mahasiswa dan staf.

Baca Juga: Anak Riza Chalid Didakwa Rugikan Negara dalam Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina, Negara Merugi Rp 285,1 Triliun

Kasus yang menimpa Timothy Anugrah Saputra ini, menurut Brian, harus dijadikan sebagai refleksi nasional dalam upaya membangun budaya kampus yang sehat dan penuh empati.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi, mulai dari kementerian sendiri, pimpinan universitas, organisasi mahasiswa, hingga dosen pembimbing, untuk bersama-sama mencermati kondisi mahasiswa dengan lebih hati-hati.

Brian menyoroti bahwa banyak kasus perundungan atau kekerasan serupa yang sayangnya tidak terungkap ke publik. Hal ini sering terjadi karena korban memilih untuk bungkam atau tertutup, sehingga tanda-tanda tekanan psikologis tidak terdeteksi.

“Sering kali beberapa kasus itu kondisinya tertutup. Padahal itu yang justru harus kita cermati,” ucap Brian, menekankan pentingnya kepekaan dari pihak kampus dan teman sebaya terhadap tanda-tanda kesulitan yang mungkin dialami seseorang.

Dalam konteks kasus di Universitas Udayana, pihak yang diduga menjadi pembuli mendiang Timothy Anugrah Saputra dilaporkan merupakan mahasiswa Koas (stase klinis) di RS Kemenkes Ngoerah. Bahkan, Direktur Utama rumah sakit tersebut telah mengumumkan sanksi berupa pemberhentian terkait pelaku.

Baca Juga: Praperadilan Nadiem Makarim Ditolak, Hakim Menilai Status Tersangka Sah di Mata Hukum

Pada akhir pernyataannya, Brian Yuliarto kembali menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga besar Timothy Anugrah Saputra serta seluruh civitas akademika Universitas Udayana.

Ia berharap kejadian yang menyedihkan dan tragis serupa ini tidak akan pernah terulang kembali di kampus mana pun di seluruh Indonesia.

“Kami berharap permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik. Kepada seluruh kampus, mari kita bangun atmosfer yang positif,” pungkas Brian.

Ia juga secara spesifik mengimbau kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk secara bersama-sama menciptakan lingkungan yang saling peduli, suportif, dan aman bagi semua. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#korban bully bunuh diri #universitas udayana #Timothy Anugerah Saputra