RADAR TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu secara refleks mengisap jari ketika terluka atau berdarah? Banyak orang melakukan hal ini tanpa berpikir panjang.
Kebiasaan mengisap jari saat terluka memang terlihat alami, bahkan sering dianggap sebagai cara spontan tubuh untuk menenangkan diri dari rasa sakit. Namun, apakah tindakan ini sebenarnya aman bagi kesehatan?
Kebiasaan mengisap jari saat terluka adalah respon refleks alami yang sering muncul karena beberapa alasan berikut:
1. Refleks Alami untuk Mengurangi Rasa Sakit
Air liur yang hangat dapat memberikan sensasi nyaman pada area luka dan membantu menenangkan sistem saraf. Otak menafsirkan tindakan ini sebagai upaya perlindungan terhadap rasa sakit.
Baca Juga: Kebiasaan Sederhana tapi Menyehatkan, Manfaat Minum Air Hangat di Pagi Hari setelah Bangun Tidur
2. Insting Pertolongan Pertama yang Spontan
Saat tidak ada perban atau air bersih di sekitar, seseorang secara refleks menggunakan air liur untuk membersihkan luka kecil. Hal ini sering terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.
3. Kebiasaan sejak kecil
Banyak orang terbiasa mengisap jari sejak kecil, misalnya saat jatuh atau terluka. Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa sebagai bentuk reaksi emosional ketika menghadapi nyeri mendadak.
Baca Juga: Kebiasaan Sehat yang Harus Diwaspadai, 5 Praktik Baik yang Bisa Berdampak Buruk
Meskipun terlihat tidak berbahaya, kebiasaan mengisap jari saat terluka sebenarnya tidak disarankan dari sisi medis.
Air liur memang mengandung enzim seperti lysozyme dan lactoferrin yang memiliki sedikit sifat antibakteri, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk mencegah infeksi.
Sebaliknya, air liur juga mengandung banyak bakteri alami dari mulut, seperti Streptococcus dan Staphylococcus aureus, yang dapat masuk ke luka terbuka dan menyebabkan infeksi.
Dalam beberapa kasus, infeksi akibat bakteri dari mulut bisa menyebabkan pembengkakan, nanah, atau bahkan infeksi serius seperti cellulitis.
Jadi, meskipun terlihat sederhana, mengisap jari saat terluka bukanlah tindakan yang aman untuk dilakukan. Beberapa risiko yang dapat muncul akibat mengisap jari saat terluka antara lain:
1. Infeksi luka
Bakteri dari mulut dapat masuk ke luka terbuka dan memperparah kondisi luka. Luka bisa menjadi bengkak, merah, dan terasa nyeri.
2. Penyebaran penyakit
Jika ada luka di dalam mulut atau gigi yang terinfeksi, kuman dapat berpindah ke luka di jari dan menyebabkan infeksi silang.
3. Proses penyembuhan yang lebih lambat
Air liur dapat membuat luka menjadi lembap secara berlebihan, sehingga memperlambat proses pengeringan dan penutupan luka.
Baca Juga: Bangun Sebelum Subuh, Kebiasaan Kecil yang Memberi Dampak Besar untuk Kesehatan dan Kesuksesan
4. Risiko Infeksi Serius
Dalam kasus jarang namun serius, bakteri dari mulut bisa menyebabkan infeksi sistemik atau infeksi jaringan dalam (misalnya infeksi tulang atau darah).
Mengisap jari saat terluka memang merupakan reaksi alami yang sering dilakukan tanpa sadar. Namun, tindakan ini sebaiknya dihindari karena air liur mengandung banyak bakteri yang justru bisa menyebabkan infeksi pada luka.
Cara terbaik untuk menangani luka kecil di jari adalah dengan mencucinya menggunakan air bersih, memberi antiseptik, dan menutupnya dengan perban steril.
Dengan kebersihan yang baik dan penanganan yang tepat, luka akan sembuh lebih cepat dan terhindar dari risiko infeksi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana