RADAR TULUNGAGUNG – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Karta Jayadi memberikan pesan mendalam kepada mahasiswa, khususnya para jurnalis kampus.
Dalam sambutannya pada acara yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi, ia menegaskan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik.
Menurutnya, kritik tetap dibutuhkan, namun harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan berimbang.
“Silakan kritik, tapi gunakan bahasa yang santun. Kritik itu bukan hal yang haram, demo juga tidak haram. Tapi kita harus mencari titik temu,” ujar Karta Jayadi dalam pidatonya, sebagaimana terekam dalam video di kanal YouTube resmi UNM.
Pesan itu disampaikan dalam suasana santai namun penuh makna.
Acara tersebut dihadiri oleh pengurus LPM Profesi, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta sejumlah dosen.
Karta Jayadi mengapresiasi semangat para mahasiswa yang aktif di dunia jurnalistik kampus, namun tetap mengingatkan agar kebebasan pers mahasiswa diimbangi dengan tanggung jawab intelektual dan moral.
Kritik Bukan Serangan, Tapi Upaya Perbaikan
Dalam kesempatan itu, Karta menyoroti fenomena mahasiswa yang sering menulis tajuk atau artikel dengan nada terlalu tajam terhadap lembaga.
Ia mengaku pernah menegur mahasiswa karena memilih judul tulisan yang provokatif, meski isi artikelnya bagus.
“Isinya bagus, tapi judulnya seperti menyerang birokrasi. Ini yang saya maksud, jangan ambil jarak terlalu jauh dengan lembaga yang menaungimu. Kritik itu boleh, tapi harus dengan itikad baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seorang jurnalis sejati tidak cukup hanya melaporkan fakta, tetapi juga harus memahami konteks psikologis dan sosial dari peristiwa yang ditulis.
“Jurnalis itu harus bisa merasakan. Jangan percaya begitu saja pada apa yang dilihat, tapi analisis dulu. Gunakan logika, intuisi, dan ilmu kebahasaan,” tambahnya.
Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam pers kampus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah kebebasan berekspresi tanpa terjebak pada kebencian atau prasangka.
Pesan untuk Mahasiswa: Aktif Tapi Tetap Akademis
Dalam pidatonya, Karta juga memberi motivasi kepada mahasiswa agar tetap mampu menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan prestasi akademik.
Ia mencontohkan Mutmainah, Ketua LPM Profesi, yang menurutnya luar biasa dalam memimpin organisasi.
Namun ia berpesan agar semangat berorganisasi tidak menjadi alasan untuk menunda kelulusan.
“Tidak boleh karena aktif di organisasi lalu terlambat lulus. Harus tetap cerdas dan juga aktif. Kalau ada kesulitan, sampaikan pada kami. Harus bisa selesai tujuh semester, bisa itu,” katanya disambut tawa hadirin.
Ia menegaskan, menjadi mahasiswa aktif bukan berarti meninggalkan kewajiban akademik.
Justru dengan menulis dan berorganisasi, mahasiswa bisa lebih terlatih dalam berpikir kritis, komunikatif, dan produktif.
Bangun Etika Diskusi di Era Digital
Lebih jauh, Karta Jayadi mengingatkan pentingnya membangun budaya dialog dan diskusi sehat di kalangan mahasiswa.
Ia menilai, banyak anak muda sekarang yang mudah tersulut emosi ketika pendapatnya ditolak.
“Anak-anak sekarang sedikit saja ditolak, sudah membara. Ini tidak benar. Hiduplah dengan kebutuhan, bukan keinginan,” ujarnya.
Menurutnya, dunia digital saat ini memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk menulis dan berpendapat.
Namun, ruang tersebut juga harus dimanfaatkan dengan bijak agar tidak menimbulkan konflik.
“Pers yang baik itu bebas mengelola sesuatu berdasarkan fakta dan analisis yang kuat, bukan berdasarkan emosi,” tegasnya.
Harapan Rektor untuk Generasi Jurnalis Kampus
Di akhir sambutannya, Rektor UNM berharap agar jurnalis kampus mampu menjadi generasi yang tajam dalam berpikir dan berimbang dalam menulis.
Ia mengibaratkan bahwa tidak semua yang kuning itu emas, tetapi semua emas memiliki nilai.
“Saya berharap generasi LPM Profesi ke depan lebih tajam. Gunakan intuisi, logika, dan ilmu bahasa. Sampaikan fenomena secara berimbang dan objektif,” pesan Karta.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara mahasiswa dan lembaga, terutama dalam konteks perbedaan pandangan politik.
“Jangan sampai persahabatan rusak hanya karena beda pilihan atau pendapat. Pers kampus harus menjadi jembatan, bukan pemecah,” ujarnya menutup sambutan yang disambut tepuk tangan hangat.
Deskripsi (Meta Description):
Rektor UNM Karta Jayadi ingatkan mahasiswa, kritik boleh tapi dengan bahasa santun. Jurnalis kampus diminta tetap berimbang dan beretika.
---
Tags:
Rektor UNM, Karta Jayadi, Kritik Mahasiswa, LPM Profesi, Jurnalis Kampus
---
Apakah Anda ingin saya tambahkan caption foto dan saran gambar utama untuk artikel ini agar siap tayang di radartulungagung.jawapos.com?
Editor : Anggi Septian A.P.