Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Akui Berat Tinggalkan Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi Siap Bertugas di Tempat Baru

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 24 Desember 2025 | 01:50 WIB
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi.

RADAR TULUNGAGUNG – Gerbong mutasi kembali bergulir di jajaran Polri. Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi dimutasi ke jabatan Kapolres Malang berdasarkan telegram rahasia Mabes Polri. Banyak hal yang berkesan selama dia bertugas di Kota Marmer.

Sabtu (20/12) pagi itu terasa berbeda bagi AKBP Muhammad Taat Resdi. Di tengah rutinitas tugas kepolisian, sebuah surat perintah dari Mabes Polri datang sekitar pukul 08.30.

Isinya singkat, tapi dampaknya besar, ia ditugaskan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Malang.

Mutasi adalah keniscayaan dalam karier kepolisian. Namun, bagi AKBP Taat meninggalkan Tulungagung bukan perkara mudah.

Setelah satu setengah tahun memimpin Polres Tulungagung, daerah yang awalnya hanya menjadi tempat tugas, perlahan berubah menjadi rumah.

Yang nyaman untuk tinggal, bertugas, dan nyaman untuk berlari (salah satu olahraga yang sangat digemarinya).

“Terus terang, berat sekali meninggalkan Tulungagung. Saya betah betul di sini, nyaman seperti di rumah sendiri,” tuturnya dengan tersenyum.

Kepada Radar Tulungagung, AKBP Taat mengawali pernyataannya dengan ucapan terima kasih.

Bukan hanya kepada jajaran internal, tetapi juga kepada masyarakat Tulungagung secara luas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, hingga insan pers di Tulungagung.

“Selama saya bertugas di Tulungagung, saya merasakan suasana yang aman, kondusif, dan penuh dukungan. Terima kasih kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bahkan pada wawancara eksklusif Radar Tulungagung bersama Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi pada 13 November lalu, Ia sempat mengucap bahwa saking nyamannya di Tulungagung, ia berandai-andai suatu saat ingin mengakhiri masa tugasnya dan pensiun di Tulungagung. "Saya terpikir untuk pensiun di Tulungagung," ungkapnya.

Meski sudah menerima surat mutasi, AKBP Taat menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai Kapolres Tulungagung tetap dijalankan hingga serah terima jabatan.

Penegakan hukum, pelayanan, dan perlindungan masyarakat dipastikan tetap berjalan normal. “Mutasi tidak memengaruhi penanganan perkara. Semua tetap berjalan sesuai aturan dalam sistem peradilan pidana,” tegasnya.

Namun, bagian paling personal muncul saat ia berbicara tentang meninggalkan Tulungagung. Tentang udara yang pas, tidak terlalu panas atau dingin. Tentang makanan yang mengingatkannya pada kampung halaman di Jawa Tengah.

Tentang masyarakat yang ramah dan mudah diajak berkomunikasi. Bahkan tentang kegemarannya berlari, yang menurutnya sangat nyaman dilakukan di wilayah Tulungagung yang relatif landai.

“Anak-anak saya juga sekolah di sini. Tiga-tiganya. Itu yang membuat perpisahan ini semakin berat,” katanya pelan.

AKBP Taat menyebut Tulungagung dengan satu istilah yang terus ia ulang yaitu kabupaten yang "so lovable".

“Tulungagung itu so lovable, sangat mudah untuk dicintai. Orangnya, budayanya, alamnya, makanannya, semuanya. Walaupun nanti saya tidak lagi bertugas di sini, saya tetap jatuh cinta dengan Tulungagung,” ucapnya.

Dan meski langkah kakinya segera beralih ke Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi memastikan satu hal, Tulungagung akan selalu punya tempat tersendiri di hatinya.

Bahkan, ia berjanji akan sering kembali untuk sekadar menyapa, bernostalgia, atau hanya menikmati rasa pulang yang pernah ia temukan di Bumi Lawadan ini.

Ia mengakui tantangan besar kini telah menanti di Kabupaten Malang. Dengan jumlah penduduk hampir 2,8 juta jiwa, lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk Tulungagung.

Selain itu wilayah kerja yang membentang di 33 kecamatan dan 30 polsek, serta APBD yang mencapai sekitar Rp5 triliun, tugas baru itu diakuinya jauh lebih kompleks.

“Ini tantangan yang jauh lebih besar bagi saya pribadi. Karena itu saya mohon doa restu dari seluruh masyarakat Tulungagung agar saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” katanya.

Di balik profesionalisme itu, AKBP Taat tak menutup sisi humanisnya. Ia menitipkan permohonan maaf kepada masyarakat Tulungagung atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.

“Saya yakin masih banyak hal yang belum sempurna, mungkin ada masyarakat yang belum puas. Dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf,” ucapnya dengan rendah hati.

Kapolres Taat menjelaskan bahwa tak lama lagi tongkat estafet kepemimpinan Polres Tulungagung selanjutnya akan dipegang AKBP Ihram Kustarto, yang saat ini menjabat Kapolres Mojokerto.

Bagi AKBP Taat, penggantinya bukan sosok asing. Keduanya merupakan rekan satu angkatan dan telah lama bekerja berdampingan, mulai dari wilayah Jawa Tengah hingga Bareskrim Polri.

“Saya yakin beliau akan cepat beradaptasi. Tulungagung punya karakteristik sendiri, mulai dari perguruan pencak silat, potensi wisata pantai selatan, hingga kultur masyarakatnya. Tapi saya percaya Polres Tulungagung akan semakin baik ke depan,” pungkasnya optimis.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#AKBP Muhammad Taat Resdi #tulungagung #kapolres malang #kapolres tulungagung