Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang, Revitalisasi Industri Tekstil hingga Proyek Hilirisasi Rp6 Miliar Dibahas

Natasha Eka Safrina • Senin, 12 Januari 2026 | 11:10 WIB

Rapat terbatas Prabowo di Hambalang bahas revitalisasi industri tekstil, semikonduktor, hingga proyek hilirisasi Rp6 miliar.
Rapat terbatas Prabowo di Hambalang bahas revitalisasi industri tekstil, semikonduktor, hingga proyek hilirisasi Rp6 miliar.

JAKARTA – Rapat terbatas Prabowo di Hambalang menjadi sorotan setelah Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis penguatan industri manufaktur nasional sebagai bagian dari agenda besar pembangunan ekonomi Indonesia.

Dalam rapat terbatas Prabowo di Hambalang tersebut, hadir sejumlah menteri kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Pemerintah menargetkan percepatan transformasi industri nasional agar mampu bersaing secara global. Salah satu fokus utama yang dibahas dalam rapat terbatas Prabowo di Hambalang adalah revitalisasi industri tekstil dalam negeri yang selama ini menghadapi tekanan berat, baik dari sisi impor maupun perubahan rantai pasok global.

Baca Juga: P3K Penuh Waktu KemenHAM 2026 Resmi Dibuka, S1 Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Syarat, Formasi, dan Jadwal Lengkapnya

Revitalisasi Industri Tekstil Nasional

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar dilakukan revitalisasi menyeluruh terhadap rantai pasok atau supply chain industri tekstil nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menghidupkan kembali industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Revitalisasi tersebut mencakup peningkatan efisiensi produksi, dukungan pembiayaan, serta penguatan keterhubungan antara hulu dan hilir industri tekstil. Pemerintah juga diminta menyiapkan kebijakan yang mampu melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menekankan bahwa industri tekstil harus kembali menjadi tulang punggung manufaktur nasional sekaligus motor penggerak ekspor nonmigas.

Baca Juga: Terbongkar Suap Pajak KPP Madia Jakarta Utara, KPK Tahan 5 Tersangka dan Sita Rp6,38 Miliar dari Uang hingga Emas

Penguatan Industri Otomotif dan Elektronik

Selain tekstil, rapat terbatas Prabowo di Hambalang juga membahas penguatan sektor otomotif dan elektronik. Pemerintah mendorong masuknya investasi strategis di bidang pengembangan teknologi semikonduktor.

Teknologi semikonduktor dinilai sebagai fondasi utama bagi industri masa depan, khususnya otomotif, elektronik, dan sektor digital. Dengan penguasaan teknologi chip, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen dalam rantai pasok global.

“Pengembangan industri cip nasional menjadi bagian dari visi jangka panjang Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian industri berteknologi tinggi,” ujar Teddy.

Baca Juga: PPPK Kemenham 2026 Dibuka 500 Formasi! Lulusan D3 & S1 Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Syarat, Jadwal, dan Skema Lulusnya

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mengantisipasi disrupsi global serta meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat.

Hilirisasi Jadi Prioritas Strategis

Agenda penting lainnya dalam rapat terbatas Prabowo di Hambalang adalah pembahasan rencana ground breaking enam titik baru proyek hilirisasi. Proyek-proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp6 miliar dan direncanakan mulai dibangun pada awal Februari 2026.

Hilirisasi disebut menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan harus memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga: P3K Kemenham 2026 Resmi Dibuka: 500 Formasi Full Time untuk S1 dan D3, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

Proyek hilirisasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan industri lokal, serta meningkatkan penerimaan negara.

Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga membahas agenda peresmian infrastruktur energi terintegrasi milik Pertamina, yakni proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Peresmian dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/1/2026).

RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas kilang minyak dalam negeri. Dengan beroperasinya proyek ini, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Atlet TNI Berprestasi di SEA Games Diganjar Penghargaan, Panglima Siapkan Batalion Olahraga

Arah Baru Industrialisasi Nasional

Serangkaian pembahasan dalam rapat terbatas Prabowo di Hambalang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong industrialisasi berbasis nilai tambah dan teknologi. Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antarkementerian agar kebijakan yang dihasilkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah optimistis, penguatan industri tekstil, otomotif, elektronik, serta percepatan hilirisasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Industri Manufaktur Nasional #Prabowo Subianto