TRENGGALEK – Destinasi wisata pantai masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025. Namun, di balik ramainya pantai-pantai andalan, total pergerakan wisatawan tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, jumlah kunjungan wisata selama 2025 mencapai 900.437 orang. Selain itu, tercatat pula 55.292 kunjungan hotel. Jika digabungkan, total pergerakan wisatawan sepanjang 2025 berada di angka 955.729 orang.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan total pergerakan wisatawan pada 2024 yang mencapai 1.116.467 orang. Artinya, ada penurunan kunjungan wisata di Trenggalek meski minat masyarakat terhadap wisata pantai masih tergolong tinggi.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriadi, menjelaskan bahwa penurunan jumlah wisatawan tidak serta-merta menunjukkan melemahnya daya tarik wisata Trenggalek. Menurutnya, pantai tetap menjadi destinasi yang paling diburu wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah.
“Kalau kunjungan terbanyak tahun 2025 itu didominasi destinasi wisata Pantai Mutiara,” ujar Bambang.
Data menunjukkan kunjungan wisata di Trenggalek sepanjang 2025 memang masih didominasi kawasan pantai, terutama dua destinasi unggulan di Kecamatan Watulimo, yakni Pantai Mutiara dan Pantai Pasir Putih Karanggongso.
Sepanjang 2025, Pantai Mutiara tercatat dikunjungi sekitar 360 ribu wisatawan. Bambang juga sempat mengoreksi angka kunjungan Pantai Mutiara yang disebut mencapai 360.840 orang. Capaian ini membuat Pantai Mutiara kembali menjadi destinasi terlaris, melanjutkan tren yang sama pada 2024.
Sementara itu, Pantai Pasir Putih Karanggongso mencatat lebih dari 310 ribu kunjungan sepanjang 2025. Secara rinci, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pasir Putih Karanggongso pada 2025 mencapai 310.273 orang.
Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kunjungan Pantai Pasir Putih Karanggongso justru mengalami penurunan cukup signifikan. Pada 2024, destinasi ini sempat mencatat 387.139 orang. Artinya, ada selisih puluhan ribu pengunjung yang berkurang pada 2025.
Meski begitu, momen libur panjang masih menjadi periode paling ramai untuk wisata pantai Trenggalek. Bambang menyebut lonjakan wisatawan paling terasa saat April, bertepatan dengan libur Lebaran Idul Fitri, serta pada Desember saat masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Lonjakan pengunjung paling terasa saat libur panjang, khususnya Lebaran dan Nataru,” ungkapnya.
Disparbud Trenggalek menilai ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan total pergerakan wisatawan sepanjang 2025. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Menurut Bambang, intensitas hujan yang cukup tinggi terjadi hampir sepanjang tahun, membuat aktivitas wisata pantai menjadi tidak maksimal. Cuaca yang tidak menentu juga berdampak pada kenyamanan wisatawan, terutama mereka yang ingin menikmati wisata bahari, berenang, atau aktivitas di tepi pantai.
Selain faktor cuaca, perubahan pola perjalanan wisata juga ikut memengaruhi angka kunjungan. Dibukanya jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Tulungagung dan Blitar disebut menjadi salah satu pemicu pergeseran arus wisata.
Dengan adanya akses baru tersebut, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi di sepanjang jalur selatan. Banyak pelancong yang akhirnya mencoba tempat wisata baru di daerah lain, sehingga kunjungan ke Trenggalek tidak setinggi tahun sebelumnya.
Persaingan antar daerah juga menjadi tantangan tersendiri. Bambang menyebut semakin banyak daerah yang menghadirkan destinasi wisata baru, terutama yang dikelola oleh investor swasta. Kehadiran objek wisata baru dengan konsep modern, fasilitas lengkap, serta promosi digital yang masif membuat wisatawan memiliki alternatif liburan yang lebih beragam.
Meski begitu, Bambang menegaskan bahwa pantai-pantai di Trenggalek tetap menjadi andalan utama dan masih memiliki daya tarik besar bagi wisatawan. Dengan karakter pantai yang khas, panorama alam yang kuat, serta akses yang terus diperbaiki, Trenggalek dinilai masih berpotensi menjadi tujuan wisata favorit di Jawa Timur bagian selatan.
“Pantai-pantai di Trenggalek tetap jadi andalan dan minat wisatawan masih tinggi,” tegasnya.
Editor : Natasha Eka Safrina