RADAR TULUNGAGUNG – Gerai ritel modern kembali menjadi sasaran pencurian di Tulungagung.
Kali ini, sebuah minimarket berjejaring di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, menjadi sasaran.
Pelaku diduga membobol tembok bagian belakang toko dan membawa kabur ribuan barang dagangan, Selasa (10/2) dini hari.
Kasus tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB saat karyawan minimarket, Feri Agus Setiawan, datang untuk membuka toko seperti biasa.
Namun, setibanya di dalam, dia mendapati kondisi etalase sudah dalam keadaan acak-acakan. Sejumlah barang terlihat berserakan dan tidak pada tempatnya.
Curiga telah terjadi sesuatu, Feri kemudian melakukan pengecekan ke seluruh ruangan toko.
Hasilnya, dia mendapati DVR CCTV yang berada di ruang gudang sudah tidak ada di tempat.
Tak hanya itu, ditemukan pula lubang cukup besar di tembok bagian belakang bangunan yang diduga menjadi akses keluar-masuk pelaku.
“DVR CCTV di gudang hilang dan ditemukan lubang di tembok belakang toko yang diduga kuat menjadi akses masuk pelaku,” terang Kapolsek Kedungwaru AKP Karnoto.
Mengetahui kejadian tersebut, Feri segera menghubungi dua rekannya sesama karyawan, yakni Chusnul Khotimah dan Yeni Kurniawati.
Setelah seluruh karyawan hadir, mereka bersama-sama melakukan pengecekan stok barang secara lebih rinci.
Dari hasil pendataan sementara, diketahui sejumlah barang dagangan raib.
Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain DVR CCTV, berbagai merek rokok konvensional, rokok elektrik (pod), minuman ringan, kosmetik, susu bayi, obat-obatan, hingga berbagai merek biskuit.
“Total barang yang hilang diperkirakan mencapai 2.719 item,” ungkap AKP Karnoto.
Meski belum dirinci nilai kerugiannya, jumlah item yang hilang dipastikan cukup besar.
Dugaan sementara, pelaku telah mempersiapkan aksinya dengan matang.
Hilangnya DVR CCTV mengindikasikan upaya pelaku untuk menghilangkan jejak dan mempersulit proses identifikasi.
Pihak manajemen selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungwaru.
Mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas Unit Reskrim Polsek Kedungwaru juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk para karyawan dan warga sekitar.
Polisi turut mengumpulkan barang bukti di lokasi, termasuk serpihan material tembok yang dibobol pelaku.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Kedungwaru,” tegas kapolsek.
Polisi menduga aksi pencurian tersebut dilakukan lebih dari satu orang, mengingat banyaknya barang yang dibawa kabur.
Selain itu, proses pembobolan tembok dinilai membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri