Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tragedi Kota Tual: Arianto Tawakal 14 Tahun Meninggal Diduga Dianiaya Oknum Brimop, Keluarga Desak Penegakan Hukum Transparan

Davina Ar Raafika • Minggu, 22 Februari 2026 | 09:15 WIB

Pelajar 14 tahun meninggal akibat penganiayaan oknum Brimop di Tual Maluku, Arianto Tawakal soroti penegakan hukum tegas.
Pelajar 14 tahun meninggal akibat penganiayaan oknum Brimop di Tual Maluku, Arianto Tawakal soroti penegakan hukum tegas.

TUAL - Warga Kota Tual, Maluku, digegerkan oleh tragedi memilukan yang menimpa seorang pelajar berusia 14 tahun, Arianto Tawakal.

Remaja tersebut meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh oknum anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimop Polda Maluku, Bridda Masia Siahaya.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Maren, tidak jauh dari Universitas Uningrat, pada pagi hari setelah sahur.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan korban terkapar di aspal, berlumuran darah, sehingga memicu kecaman luas dari masyarakat dan netizen.

Arianto Tawakal merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Maluku Tenggara, yang saat kejadian tengah berboncengan sepeda motor bersama kakaknya, Nasri Karim, 15 tahun.

Nasri menceritakan kronologi kejadian secara rinci. Mereka sedang jalan-jalan selepas sahur ketika melewati lokasi yang dikenal sebagai tempat balapan liar dan dijaga beberapa anggota Brimop.

Saat Arianto berada di posisi belakang, oknum Brimop diduga langsung memukulnya dengan helm di bagian muka hingga terjatuh dan kepala korban terbentur aspal.

Kondisi Korban dan Proses Medis

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Nasri Karim mengaku sempat diinterogasi dan diintimidasi oleh anggota Brimop. Ia juga dipaksa mengaku terlibat dalam aksi balapan liar, padahal mereka hanya sedang jalan-jalan setelah sahur.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat negara dan menimbulkan korban jiwa di kalangan pelajar. Keluarga korban, terutama ayah Arianto, Rijik Tawakal, mendesak agar kepolisian mengusut tragedi ini secara transparan dan adil.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan terbuka menjadi penting untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Respon Kepolisian dan Penanganan Kasus

Hingga saat ini, kepolisian setempat telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi.

Terduga pelaku, Bridda Masia Siahaya, telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Pihak kepolisian menekankan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius untuk memastikan kronologi dan motif insiden terungkap secara jelas.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan aktivis yang menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas.

Arianto Tawakal menjadi simbol penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas aparat negara.

Pengawasan internal terhadap anggota Brimop dinilai perlu diperketat untuk memastikan tidak terjadi kekerasan serupa di masa mendatang.

Sorotan Publik dan Dampak Sosial

Insiden ini menimbulkan keresahan di masyarakat Kota Tual, yang menuntut keadilan dan perlindungan bagi anak-anak.

Arianto Tawakal, meski usianya masih 14 tahun, menjadi pusat perhatian nasional karena kasusnya menyoroti pentingnya keselamatan pelajar dan integritas aparat kepolisian.

Dengan penanganan kasus yang transparan dan adil, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Keluarga, masyarakat, dan tokoh masyarakat menekankan bahwa hukuman yang tegas bagi oknum yang terbukti bersalah menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa.

Arianto Tawakal kini menjadi simbol penting dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan anak di Indonesia.

Editor : Davina Ar Raafika
#penganiayaan #Pelajar Meninggal #Brimop Maluku #penegakan hukum #Arianto Tawakal