Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tual Heboh: Pelajar MTs Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob Usai Balap Liar, Keluarga & Warga Geruduk Markas, Polri Janji Proses Hukum Transparan

Davina Ar Raafika • Minggu, 22 Februari 2026 | 10:20 WIB

 

Arianto Tawakal, pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, tewas diduga dianiaya Brimob. Warga dan keluarga desak hukuman tegas dan transparan.
Arianto Tawakal, pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, tewas diduga dianiaya Brimob. Warga dan keluarga desak hukuman tegas dan transparan.

TUAL – Kasus dugaan oknum Brimob dianiaya pelajar hingga tewas kembali menjadi sorotan publik di Kota Tual, Maluku Tenggara.

Seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) bernama Arianto Tawakal menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob Polda Maluku setelah dituduh sebagai pelaku balap liar.

Peristiwa tragis ini memicu kemarahan warga dan keluarga korban hingga menggeruduk markas Brimob Tual menuntut keadilan.

Kronologi peristiwa bermula ketika Arianto melintas di jalan raya Kota Tual. Menurut keterangan saksi, korban dihentikan dan dipukul menggunakan helm oleh oknum Brimob hingga tersungkur.

Arianto sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kematian korban ini memicu protes warga, yang menilai tindakan aparat tersebut melampaui kewenangan dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Penetapan Tersangka & Tindakan Hukum

Polres Tual segera menindaklanjuti kasus oknum Brimob dianiaya pelajar hingga tewas dengan menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Jonny Edison Izir, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu anggota Polri yang tidak sesuai nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Ia menegaskan bahwa proses hukum dan kode etik terhadap pelaku akan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Oknum anggota Brimob kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penetapan tersangka ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menegakkan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan anggotanya, khususnya terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Tual menyatakan bahwa proses hukum akan memastikan keadilan bagi korban serta efek jera bagi aparat yang melanggar prosedur.

Reaksi Keluarga & Warga

Keluarga korban menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan oknum Brimob yang mengakibatkan kematian Arianto. Mereka menekankan bahwa anak di bawah umur semestinya mendapat perlindungan hukum, bukan kekerasan.

Keluarga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan pelaku diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

Warga setempat turut mengekspresikan kemarahan mereka dengan mendatangi markas Brimob Tual. Mereka menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diadili.

Aksi protes ini menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap perilaku aparat yang dinilai melampaui kewenangan, sekaligus mendesak Polri menegakkan keadilan secara transparan.

Komitmen Polri & Penegakan Kode Etik

Polri menegaskan bahwa setiap tindakan anggota yang melanggar hukum dan kode etik akan diproses tegas. Kapolda Maluku memerintahkan Irwasda, Kabit Propam, dan Dansat Brimob untuk menangani kasus ini secara serius.

Penahanan pelaku serta pemeriksaan saksi-saksi menjadi bagian dari proses hukum yang transparan, memastikan pertanggungjawaban pelaku dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dampak Nasional & Harapan Keadilan

Kasus oknum Brimob dianiaya pelajar hingga tewas memunculkan perhatian publik nasional mengenai akuntabilitas aparat dan perlindungan anak di bawah umur.

Banyak pihak menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan terbuka, serta sanksi tegas bagi pelanggar, termasuk kemungkinan pemecatan tidak hormat.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh institusi kepolisian bahwa perilaku aparat harus selalu selaras dengan hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dukungan publik dan pengawasan masyarakat diharapkan mendorong penyelesaian kasus yang adil, transparan, dan memberi efek jera. Kasus Arianto Tawakal kini menjadi sorotan serius, menuntut penegakan hukum yang tegas serta perlindungan optimal bagi anak di bawah umur.

 

Editor : Davina Ar Raafika
#oknum Brimob #Polri transparan #Penganiayaan pelajar #Tual Maluku #Bripda MS