Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Geger! Ari Askhara Mundur dari Jabatan Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI) Milik Tommy Soeharto, Terganjal Aturan OJK?

Natasha Eka Safrina • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:30 WIB

Ari Askara Mundur dari Jabatan Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Simak jadwal RUPSLB dan alasan pengunduran dirinya di sini!
Ari Askara Mundur dari Jabatan Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Simak jadwal RUPSLB dan alasan pengunduran dirinya di sini!

JAKARTA - Dinamika kepemimpinan di tubuh PT GTS Internasional Tbk (GTSI) tengah menjadi sorotan tajam. Emiten jasa angkutan minyak dan gas bumi (migas) yang terafiliasi dengan pengusaha Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri nakhoda utamanya. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Askhara Mundur dari Jabatan Direktur Utama perusahaan tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, manajemen GTSI telah menerima surat pengunduran diri resmi pada 12 Februari 2026. Langkah ini tidak dilakukan sendirian; Direktur GTSI lainnya, Dira Mokhtar, juga turut meletakkan jabatannya. Pengunduran diri massal di level top manajemen ini memicu spekulasi di kalangan investor terkait stabilitas operasional emiten berkode saham GTSI tersebut.

Sekretaris Perusahaan GTSI mengungkapkan bahwa keputusan Ari Askhara Mundur dari Jabatan Direktur Utama ini didasari oleh pertimbangan profesional. Meski demikian, publik mencium adanya tekanan regulasi di balik keputusan ini. Pasalnya, kepastian pengunduran diri ini baru akan disahkan secara efektif setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 26 Februari 2026 mendatang.

Baca Juga: Tual Heboh: Pelajar MTs Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob Usai Balap Liar, Keluarga & Warga Geruduk Markas, Polri Janji Proses Hukum Transparan

Sorotan Bursa Efek Indonesia dan Aturan OJK

Menariknya, sebelum kabar pengunduran diri ini mencuat, Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan sempat meminta penjelasan mendalam kepada manajemen GTSI pada akhir Januari 2026. BEI menyoroti keberadaan Ari Askhara di posisi puncak manajemen terkait rekam jejaknya di masa lalu. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seorang direksi perusahaan terbuka dilarang memiliki riwayat tindak pidana yang merugikan negara atau tindak pidana di sektor keuangan.

Menanggapi permintaan penjelasan dari otoritas bursa, pihak GTSI mengakui bahwa Ari Askhara memang pernah terjerat kasus tindak pidana di bidang kepabeanan. Namun, saat itu perusahaan berdalih bahwa Ari telah menjalani dan menyelesaikan seluruh sanksi hukum yang dijatuhkan kepadanya. Manajemen GTSI juga menegaskan bahwa proses penunjukan Ari sebagai Direktur Utama sebelumnya telah melalui tahapan fit and proper test yang ketat.

Rekam Jejak Kontroversial: Dari Garuda ke GTSI

Nama Ari Askhara sempat menjadi buah bibir nasional pada tahun 2019. Saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, ia dicopot secara tidak hormat oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Skandal yang menjeratnya cukup menghebohkan, yakni penyelundupan barang mewah berupa suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui armada baru Garuda Indonesia yang baru dikirim dari luar negeri.

Baca Juga: Heboh di Tual Maluku: Pelajar MTs Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob – Keluarga & Warga Geruduk Markas, Polri Janji Proses Hukum Transparan

Kasus penyelundupan tersebut menjadi noda hitam dalam karier profesionalnya di perusahaan pelat merah. Namun, secara mengejutkan, Ari kembali muncul ke permukaan saat didapuk memimpin GTSI, emiten yang berada di bawah payung bisnis keluarga Cendana. Kembalinya Ari ke tampuk kekuasaan korporasi inilah yang kemudian memicu pertanyaan mengenai kepatuhan emiten terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Dampak ke Depan dan Nasib Investor

Meskipun dihantam isu miring mengenai rekam jejak direksinya, manajemen GTSI memastikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal. Perseroan mengklaim tidak ada fakta material yang mempengaruhi kondisi keuangan atau kelangsungan usaha akibat pengunduran diri ini. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus demi menjaga kepercayaan para pemegang saham.

Langkah pengunduran diri ini diduga kuat sebagai upaya emiten untuk meredam polemik dengan otoritas bursa serta menjaga citra perusahaan di mata publik. Kini, pasar menantikan siapa sosok yang akan ditunjuk untuk menggantikan posisi Ari Askhara dalam RUPSLB nanti. Apakah GTSI akan menunjuk sosok yang lebih "bersih" untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi OJK, atau justru tetap pada garis kebijakan lama?

Keputusan akhir pada 26 Februari mendatang akan menjadi penentu apakah saham GTSI masih layak dikoleksi oleh investor yang mengedepankan aspek integritas manajemen dalam portofolio mereka.

Baca Juga: Arianto Tawakal, Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Diduga Dianiaya Brimob, Warga Desak Hukuman Tegas

Editor : Natasha Eka Safrina
#PT GTS Internasional Tbk #Ari Askhara #Tommy Soeharto #skandal garuda indonesia