Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keren! OJK Sumsel Sultan Muda Dorong Sekolah Desa Quran Palembang Ubah Limbah Jadi Cuan, Siap Cetak Pengusaha Muda Kreatif!

Natasha Eka Safrina • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:25 WIB

OJK Sumsel Sultan Muda dampingi Sekolah Desa Quran Palembang kelola sampah jadi produk bernilai ekonomi. Dukung Asta Cita cetak pengusaha muda!
OJK Sumsel Sultan Muda dampingi Sekolah Desa Quran Palembang kelola sampah jadi produk bernilai ekonomi. Dukung Asta Cita cetak pengusaha muda!

PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan literasi keuangan di tingkat akar rumput. Kali ini, OJK Sumsel Sultan Muda melakukan langkah strategis dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mendorong Sekolah Desa Quran agar mampu mengelola limbah sampah menjadi barang dengan nilai ekonomis tinggi.

Langkah ini diawali dengan kunjungan langsung jajaran OJK Sumsel ke Bank Sampah Indonesia Legensi yang berlokasi di area Sekolah Destinasi Edukasi Wisata Quran (Desa Quran), Jalan Lebak Jaya 3, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Kehadiran OJK Sumsel Sultan Muda ke sekolah tersebut bertujuan untuk melihat langsung potensi integrasi antara pendidikan Al-Qur'an dengan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mengakselerasi pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Melalui program unggulan bertajuk 1.000 Program SMSC atau OJK Sumsel Sultan Muda Center (Sultan Muda Sumsel Center), pihak regulator ingin mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang kuat serta kemampuan berinovasi di tengah tantangan zaman.

Baca Juga: Presiden Prabowo Teken PP Rapel Pensiunan 2026, THR dan Gaji ke-13 Cair Mulai Maret untuk 9,4 Juta Penerima

Kolaborasi Strategis dan Ekonomi Kreatif

Arifin menjelaskan bahwa produk-produk hasil olahan sampah dari Desa Quran memiliki potensi besar untuk dipasarkan sebagai produk ekonomi kreatif. "Kami mengunjungi Desa Quran yang hampir seluruh sarana prasarananya diperoleh dari barang bekas hasil donasi. Ini luar biasa bagus, ada aula untuk literasi dan fasilitas lainnya yang memanfaatkan barang daur ulang. Kolaborasi ini akan kita jadikan program berkelanjutan," ujar Arifin saat meninjau lokasi.

Pihak OJK juga berencana menggandeng Dinas Pariwisata agar produk kerajinan yang dihasilkan oleh para siswa dan pengelola Desa Quran dapat dikurasi menjadi suvenir bernilai ekonomis. Dengan adanya sentuhan pemasaran dan akses keuangan yang tepat, barang-barang yang awalnya dianggap sampah dapat berubah menjadi sumber pendapatan baru bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Sekolah Berkualitas Gratis untuk Anak Yatim

Kepala Sekolah Desa Quran, Muhammad Syafii, menyambut baik dukungan dari OJK Sumsel. Ia menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak tahun 2021 ini memiliki konsep unik. Meski namanya "Desa Quran", lokasinya berada di tengah Kota Palembang, tepatnya di atas tanah wakaf seluas 2.000 meter persegi. Sekolah ini merupakan sekolah berkualitas yang diberikan secara gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Baca Juga: Ramadan 2026 di Tulungagung: Polres Tegaskan Larangan SOTR dan Sound Horeg, Konvoi Knalpot Brong Siap Ditindak

"Desa itu sebenarnya singkatan dari Destinasi Edukasi Wisata. Kami memiliki tiga ikhtiar kolaborasi untuk memastikan anak-anak kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan terbaik tanpa biaya," ungkap Syafii. Menurutnya, selama ini pihak sekolah baru mampu mengelola dan mengurai sampah pada level internal sekolah.

Harapan Memiliki TPS Mandiri

Dengan adanya pendampingan dari program OJK Sumsel Sultan Muda, pihak Desa Quran berharap dapat memperluas skala pengelolaan limbah mereka. Syafii menargetkan ke depan sekolahnya memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mandiri agar mampu menyerap dan mengelola limbah sampah dalam jumlah yang lebih besar dari lingkungan sekitar.

Inisiatif ini membuktikan bahwa pendidikan agama dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh. Dukungan OJK Sumsel melalui program Sultan Muda diharapkan menjadi katalisator bagi sekolah-sekolah lain di Sumatera Selatan untuk mulai melirik sektor pengelolaan sampah sebagai peluang bisnis hijau yang menjanjikan.

Baca Juga: Penyelidikan Kasus Oknum Brimop Polda Maluku Aniaya Pelajar Tual 14 Tahun Masih Berjalan, Polisi Pastikan Proses Transparan

Editor : Natasha Eka Safrina
#sumatera selatan #ekonomi kreatif