TULUNGAGUNG - Profesi polisi di Indonesia tak selalu identik dengan keseriusan dan ketegasan di lapangan. Beberapa anggota Polri bahkan sukses menekuni dunia hiburan, menjadi artis atau komedian, sekaligus membawa citra positif bagi institusi kepolisian. Fenomena ini menarik perhatian publik karena membuktikan bahwa polisi bisa berprestasi di dua bidang sekaligus.
Salah satu contoh paling terkenal adalah Perdi ARD Lesmana. Lebih dikenal sebagai Detektif Perry, Perdi memulai karier sebagai komedian tunggal melalui audisi Stand Up Komedi di Bandung pada 2013. Meskipun hanya menempati posisi kesembilan, kariernya di dunia hiburan melesat.
Perdi pernah bermain di serial televisi Malam Minggu Miko, serial web Cek Toko Sebelah, dan berbagai program Stand Up. Selain itu, Perdi ARD Lesmana juga tercatat sebagai anggota polisi berpangkat Briptu yang bertugas di Bhabinkamtibmas Polsek Comas, Polres Bogor.
Tak kalah unik, AKBP Pipik Jangkung yang sebelumnya berprofesi sebagai artis di era 1990-an kini menjabat Kapolres Lembata, Polda NTT. Pipik pernah membintangi sinetron Suami Istri dan Dia Sakila, hingga membuat album rekaman.
Keahliannya menegakkan hukum membuatnya ditakuti gembong narkoba, termasuk menangani artis yang tersandung kasus narkotika seperti Sasono Roy dan Restu Sinaga. Pipik menjadi bukti nyata bahwa polisi bisa sukses di panggung hiburan sekaligus di lapangan.
Polisi Artis yang Masih Aktif di Layanan Publik
AKP Andre Birawa, dikenal sebagai Abe Birawa, memulai kariernya di FTV sejak 2008 hingga 2012, sering memerankan karakter polisi. Pada 2012, Andre mendaftar pendidikan Inspektur Polisi dan kini menjabat Panit 2 Unit 4 Subdit 4 Dit Res KMSUS Polda Jateng. Selain itu, Kompol Robert Sarif yang meninggal pada usia 71 tahun juga terkenal sebagai aktor yang membintangi film Naga Bonar, Catatan Si Boy, dan serial TV Jin dan Jun.
Ibda Herman Hadi Basuki, atau yang akrab dipanggil Pak Babin, menjadi populer lewat kanal YouTube-nya yang menampilkan sosialisasi program Polri secara unik. Ia pun pernah bermain film layar lebar Sang Perwira (2019) dan menerima penghargaan Kapolri karena mampu membawa citra positif institusi. Briptu Garis Luis, mantan model cilik dan artis FTV, kini berdinas di Polrestabes Bandung dan sesekali masih menerima pekerjaan modeling dan film.
Komedian Polisi yang Menghibur Publik
Abda Mahatir Gamayel menjadi polisi kedua setelah Perdi ARD Lesmana yang menekuni Stand Up Komedi. Anggota Sabhara Polres Balikpapan ini berhasil meraih juara ketiga Suci Season 6, tampil di berbagai acara televisi, dan bahkan membintangi film Partiulir (2018).
Norman Kamaru, Brimob lulusan SPN 2005, viral pada 2011 karena video lipsync lagu India Caya Caya. Norman diundang ke berbagai acara televisi dan tampil di film layar lebar.
Popularitas polisi artis ini membuktikan bahwa kreativitas dan hiburan bisa selaras dengan tugas kepolisian, selama tidak mengganggu disiplin dan kode etik. Sayangnya, Norman Kamaru diberhentikan dengan tidak hormat karena meninggalkan tugas selama 84 hari berturut-turut tanpa alasan yang jelas, menjadi pelajaran penting bagi polisi lain yang ingin menekuni dunia hiburan.
Fenomena polisi-artis ini menunjukkan sisi humanis dari kepolisian, mampu membangun kedekatan dengan masyarakat lewat hiburan dan kreativitas. Dari stand-up comedy, sinetron, hingga YouTube, mereka membuktikan bahwa menjadi polisi tidak menghalangi potensi seni dan inovasi pribadi.
Editor : Axsha Zazhika