Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polisi Gondrong di Indonesia: Dari Nur Alam hingga Arman Depari, Sosok Nyentrik yang Ditakuti Bandit

Axsha Zazhika • Senin, 23 Februari 2026 | 18:50 WIB

Polisi Gondrong di Indonesia: Dari Nur Alam hingga Arman Depari, Sosok Nyentrik yang Ditakuti Bandit
Polisi Gondrong di Indonesia: Dari Nur Alam hingga Arman Depari, Sosok Nyentrik yang Ditakuti Bandit

TULUNGAGUNG - Rambut gondrong di institusi kepolisian Indonesia memang jarang, namun bagi anggota reserse dan intelijen, gaya ini justru menjadi identitas yang mempermudah penyamaran saat mengungkap kasus kriminal.

Beberapa polisi gondrong pun berhasil mencuri perhatian publik karena prestasi luar biasa dan penampilan nyentrik mereka. Keyword utama “polisi gondrong” muncul di sorotan pertama, mulai dari sosok Aiptu Nur Alam hingga Irjen Arman Depari, yang dikenal karena keberanian dan dedikasinya di lapangan.

Aiptu Nur Alam, yang bertugas di Resmob Polres Bone, Sulawesi Selatan, kerap tampil dengan pakaian sipil, kaos oblong, dan celana sederhana. Meski penampilannya santai, Nur Alam disebut sebagai senior dari satuan reserse di Polres Bone dan mendapat penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan yang menggemparkan wilayah hukumnya. Nur Alam hanya mengenakan seragam lengkap saat diperlukan, namun tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dalam setiap tugasnya.

Sosok lain yang menjadi sorotan adalah Aiptu Ibnul Suprianto atau yang akrab disapa Ibnul Gondrong dari Sumatera Selatan. Selama 14 tahun bertugas, Ibnul Gondrong dikenal karena keberhasilannya menangkap penjahat dan membongkar berbagai kasus kriminal.

Selain aktif di lapangan, ia juga sering membuat video komedi bersama anak buahnya untuk mengedukasi masyarakat, sehingga gayanya yang nyentrik membuatnya banyak penggemar.

Polisi Gondrong yang Mendunia dan Berprestasi

Bang Jack, nama asli Zakaria, adalah salah satu polisi gondrong paling familiar dan memiliki banyak penggemar. Sebagai anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Bang Jack pernah selamat dari hujan peluru saat perampokan mesin ATM dengan kerugian Rp2,8 miliar.

Prestasinya di bidang kriminal membuatnya kemudian dipindahkan ke bagian humas karena keahlian dan popularitas di media sosial, dan pada 2023 kembali ditugaskan menangani kejahatan di lapangan.

Harry Gondrong atau Herry Kusumajaya, juga dikenal sebagai polisi yang ditakuti bandit di Sumatera Selatan. Bersama tim Jatanras Polda Sumsel, Harry menangani puluhan kasus kriminal hingga meraih penghargaan dari berbagai pihak. Setelah mengikuti pendidikan perwira pada 2021, ia kini berpangkat Inspektur 2 dan tetap interaktif dengan masyarakat serta aktif di media sosial, meski penampilan gondrongnya diganti gaya lebih rapi.

I2 Tito Amber Prambono adalah polisi bergaya gondrong dengan tubuh gempal namun sangat lincah. Selama 19 tahun bertugas, Tito menangani ratusan kasus mulai dari pencurian hingga pembunuhan. Menariknya, Tito awalnya bercita-cita menjadi akuntan publik, namun secara iseng mendaftar Bintara dan diterima. Kariernya menanjak hingga menjadi kepala unit 1 Satres Crem Polres Brebes.

Irjen Arman Depari adalah sosok sentral dalam pemberantasan narkoba. Rambut gondrongnya sering terlihat saat BNN meringkus pengedar narkoba berskala nasional hingga internasional. Arman pun kerap menjadi sorotan media karena keberhasilannya melumpuhkan jaringan narkoba besar, menegaskan bahwa polisi gondrong tidak sekadar tampil nyentrik tapi juga memiliki keahlian mumpuni di lapangan.

Bripka Sunarto, anggota Reskrim Polres Pati, juga viral karena rambut gondrongnya yang unik. Namun untuk tugas tertentu, seperti Opsnal PAM TPS Pemilu 2024, ia memilih memangkas rambut dan jambangnya sehingga penampilannya lebih rapi. Fenomena ini menegaskan aturan kepolisian: rambut gondrong diperbolehkan bagi polisi lapangan khususnya reserse dan intelijen, sementara anggota markas dilarang.

AKBP Awaluddin Amin, perwira dengan latar belakang Brimob, juga pernah memelihara rambut gondrong saat bertugas di reserse. Namun setelah menjabat sebagai Kapolres Maros, ia tidak lagi memanjangkan rambutnya, menyesuaikan dengan aturan markas. Fenomena polisi gondrong ini menegaskan keseimbangan antara penampilan nyentrik dan profesionalisme di lapangan, sekaligus menjadi daya tarik publik.

Editor : Axsha Zazhika
#arman depari #Tito Prambono #polisi gondrong #nur alam #bang jack