Analisis teknikal terbaru menunjukkan Bitcoin telah membentuk struktur lower low yang menandakan tren bearish semakin kuat dan berpotensi berlanjut menuju area support jangka panjang.
Kondisi crypto hari ini dinilai semakin rapuh karena pola konsolidasi sebelumnya telah jebol. Dalam analisis yang disampaikan kanal edukasi trading TCI, struktur pasar Bitcoin disebut telah rusak setelah gagal mempertahankan pola symmetrical triangle.
Dampaknya, peluang kenaikan saat ini dinilai hanya sebatas retracement sebelum kembali turun.
Tekanan crypto hari ini juga diperparah faktor makro global. Ketidakpastian geopolitik serta kebijakan moneter Amerika Serikat dinilai membuat sentimen risiko di pasar keuangan, termasuk crypto, semakin negatif.
“Secara teknikal sudah lemah, secara geopolitik juga memburuk. Target logis berikutnya cenderung menuju MA200 weekly,” demikian analisis dalam video tersebut.
Struktur Bearish Bitcoin Makin Jelas
Secara teknikal, Bitcoin disebut telah mencatat lower high dan lower low setelah gagal bertahan di area konsolidasi. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal lanjutan tren turun dalam siklus pasar.
Analis memperkirakan target penurunan jangka menengah berada di kisaran 62.800 dolar AS hingga area moving average 200 mingguan (MA200).
Level ini secara historis sering menjadi zona akumulasi pada fase bear market.
Meski demikian, pasar crypto hari ini tetap berpotensi mengalami relief rally jangka pendek. Namun kenaikan tersebut diperkirakan terbatas karena struktur tren utama masih turun.
“Bukan berarti tidak ada candle hijau. Dalam bear market tetap ada kenaikan, tetapi tren besarnya tetap bearish,” jelasnya.
Data historis menunjukkan Bitcoin telah mencatat sekitar enam minggu berturut-turut penurunan, menandakan tekanan jual berkepanjangan selama lebih dari satu bulan.
Faktor The Fed dan Data Tenaga Kerja AS
Selain teknikal, crypto hari ini juga tertekan faktor makro, khususnya ekspektasi suku bunga Amerika Serikat.
Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut data tenaga kerja AS masih kuat sehingga peluang penurunan suku bunga semakin kecil.
Baca Juga: Tak Hanya Gurih, Risol Matcha dan Cokelat Ramaikan Takjil Ramadan di Sumbergempol Tulungagung
Jika data tenaga kerja Februari tetap solid, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya berdampak negatif pada aset berisiko seperti crypto.
Pasar juga menunggu rilis data penting seperti Non-Farm Payroll (NFP), initial jobless claims, dan consumer confidence yang berpotensi memicu volatilitas tinggi.
“Harapan rate cut makin kecil, sehingga peluang relief rally di crypto juga makin kecil,” ujar analis tersebut.
Kebijakan Trump dan Geopolitik Dinilai Ganggu Siklus Crypto
Tekanan crypto hari ini juga dikaitkan dengan kebijakan geopolitik Amerika Serikat, terutama terkait tarif perdagangan.
Kebijakan Presiden Donald Trump disebut beberapa kali memicu koreksi tajam pasar crypto sepanjang siklus 2025–2026.
Beberapa momen penurunan besar Bitcoin disebut terjadi bersamaan dengan tensi perdagangan AS–China. Bahkan momentum kenaikan menuju all-time high sempat terhenti akibat kebijakan tarif baru.
Analis menilai siklus crypto kali ini berbeda dari sebelumnya karena kombinasi faktor ekstrem, yakni likuiditas global rendah, kebijakan moneter ketat, dan konflik geopolitik meningkat.
“Ini siklus paling berat karena sejak awal likuiditas sudah rendah, lalu ditambah kebijakan dan konflik global,” ujarnya.
Strategi Investor: Akumulasi di Area MA200
Meski crypto hari ini masih bearish, area MA200 mingguan tetap dianggap sebagai zona akumulasi jangka panjang. Namun analis mengingatkan tidak ada jaminan harga langsung berbalik di level tersebut.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin kadang hanya menyentuh MA200 tanpa penurunan tambahan. Namun pada siklus lain, harga masih bisa turun hingga sekitar 30 persen setelah MA200.
Jika skenario ekstrem terjadi, Bitcoin bahkan berpotensi turun hingga kisaran 41.000 dolar AS. Karena itu, strategi yang disarankan adalah akumulasi bertahap atau dollar-cost averaging (DCA).
“Jangan menunggu terlalu sempurna. Jika sudah mendekati MA200, mulai cicil akumulasi,” sarannya.
Siklus Crypto 2026 Disebut Penuh Pelajaran
Analis menilai siklus crypto saat ini memberikan pelajaran penting bagi investor. Salah satunya adalah bahwa pola historis tidak selalu berjalan mulus jika terganggu faktor eksternal seperti geopolitik dan kebijakan negara besar.
Kuartal empat yang biasanya menjadi fase euforia pun gagal terjadi dalam siklus kali ini. Bahkan setelah struktur bull market rusak, Bitcoin tidak sempat membentuk pantulan normal sebelum kembali turun.
Meski demikian, statistik historis tetap dianggap relevan. Analis menyebut kondisi saat ini sebagai skenario ekstrem yang mungkin hanya terjadi sebagian kecil dari siklus.
“Statistik tetap berlaku. Ini hanya skenario ekstrem dalam satu siklus,” ujarnya.
Dengan kombinasi faktor teknikal bearish, kebijakan moneter ketat, dan geopolitik global, outlook crypto hari ini dinilai masih cenderung turun menuju MA200 sebelum potensi fase akumulasi jangka panjang terbentuk.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo