RADAR TULUNGAGUNG - Satu tahun kinerja kepemimpinan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin berbuah manis.
Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) 2025 melesat signifikan. Angkanya mencapai Rp 900 miliar lebih atau meningkat 27,12 persen dibanding 2024.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung Sukowinarno ketika dikonfirmasi pada Rabu (25/2) menjelaskan, PAD Kota Marmer dalam tiga tahun terakhir sempat mengalami fluktuasi.
Dia merinci, PAD 2023 tercatat Rp 719.585.859.367,36. Angka tersebut turun tipis 1,36 persen pada 2024 menjadi Rp 709.807.139.656,68.
“Namun pada 2025, PAD melonjak tajam menjadi Rp 902.339.158.904,08 atau naik 27,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dia memaparkan, dari sisi komponen, pajak daerah menunjukkan tren paling agresif.
Pada 2023, realisasinya Rp 138,72 miliar. Setahun kemudian pada 2024 naik 20,57 persen menjadi Rp 167,24 miliar.
Lompatan besar terjadi pada 2025 dengan capaian Rp 305,22 miliar atau tumbuh 82,50 persen.
Kemudian, sejumlah jenis pajak menjadi motor penggerak.
Pajak reklame tumbuh 62,95 persen pada 2024 dan kembali naik 14,38 persen pada 2025.
Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga stabil dengan pertumbuhan 16,35 persen pada 2024 dan 13,92 persen pada 2025.
Sementara itu, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) sempat meningkat 29,92 persen pada 2024, tetapi terkoreksi 1,80 persen pada 2025.
"Rinciannya, sektor tenaga listrik yang sebelumnya tumbuh 41,08 persen di 2024, turun 1,84 persen pada 2025," katanya.
Pada sektor jasa perhotelan serta jasa kesenian dan hiburan juga mengalami kontraksi masing-masing 10,83 persen dan 24,15 persen.
Lalu, dia menuturkan bahwa struktur pajak daerah pada 2025 semakin kuat dengan hadirnya dua sumber baru.
Yakni, opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
"Opsen PKB sebesar Rp 101,61 miliar, sedangkan Opsen BBNKB Rp 32,48 miliar," terangnya.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada sektor retribusi daerah.
Dari Rp 19,01 miliar pada 2023, realisasinya meroket pada 2025.
Angkanya meningkat menjadi Rp 566,62 miliar. Kenaikan tersebut terutama ditopang retribusi jasa umum yang pada 2025 melonjak 8,38 persen dibanding 2024.
Selain itu, retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu juga tercatat tumbuh.
Pada 2025, masing-masing mengalami peningkatan 53,10 persen dan 34,24 persen dari tahun sebelumnya.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan relatif stabil.
Dari Rp 6,95 miliar pada 2023, menjadi Rp 7,24 miliar pada 2024, dan naik lagi menjadi Rp 7,80 miliar pada 2025.
Sebaliknya, komponen lain-lain PAD yang sah mengalami fluktuasi tajam setelah sempat terkoreksi pada 2024. Namun, pada 2025 kembali naik 57,96 persen. Angkanya menjadi Rp 22,67 miliar, meski masih jauh dari capaian 2023.
Secara keseluruhan, struktur PAD Tulungagung dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pergeseran sumber penerimaan.
Tahun 2025 menjadi titik balik pertumbuhan signifikan, terutama dari optimalisasi pajak daerah dan lonjakan retribusi.
Kondisi ini tidak lepas dari kerja keras kepemimpinan Bupati Gatut Sunu dan Wabup Ahmad Baharudin.
Tentunya kerja keras untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam menopang pembiayaan pembangunan. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri