Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anak Buah Purbaya Jadi Tersangka! KPK Sita Uang Rp5,1 Miliar dalam Lima Koper di Apartemen Ciputat, Kasus Korupsi Bea Cukai Melebar

Krisna Pambudi • Senin, 2 Maret 2026 | 13:50 WIB

Anak buah Purbaya jadi tersangka, KPK sita Rp5,1 miliar. (Sumber: Antara News)
Anak buah Purbaya jadi tersangka, KPK sita Rp5,1 miliar. (Sumber: Antara News)

RADAR TULUNGAGUNG - Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memasuki babak baru setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang pejabat berinisial BBP sebagai tersangka.

Dalam pengembangan perkara tersebut, penyidik mengungkap penyitaan uang senilai lebih dari Rp5,1 miliar yang ditemukan tersimpan dalam lima koper di sebuah apartemen kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

BBP disebut merupakan salah satu anak buah pejabat senior Bea Cukai yang berada dalam lingkar koordinasi kebijakan pimpinan, termasuk di bawah struktur pengawasan tokoh ekonomi nasional Purbaya Yudhi Sadewa.

Fakta tersebut membuat kasus ini mendapat perhatian luas karena berpotensi menyeret jaringan yang lebih besar.

KPK memastikan tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan.

Penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan penerimaan uang hasil praktik korupsi.

Uang Rp5,1 Miliar Disimpan dalam Lima Koper

Dalam konferensi pers, KPK memperlihatkan langsung barang bukti uang sitaan kepada awak media.

Tumpukan uang terlihat tersimpan rapi dalam lima koper berukuran besar dengan label resmi lembaga antirasuah.

Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan rupiah maupun mata uang asing. Jika dikonversikan, total nilainya mencapai lebih dari Rp5,1 miliar.

Barang bukti diamankan saat penyidik melakukan penggeledahan pada 13 Februari 2026 di sebuah apartemen di wilayah Ciputat.

Baca Juga: Pak Purbaya THR ASN 2026 Jadi Kunci Ekonomi! Dana Rp55 Triliun Disiapkan, Dampaknya Bisa Dongkrak Konsumsi Nasional

Lokasi tersebut diduga kuat berfungsi sebagai safe house atau tempat penyimpanan dana yang sengaja disembunyikan.

Menurut KPK, setelah diamankan seluruh barang bukti langsung dibawa ke unit pengelolaan barang bukti dan barang rampasan (Labuksi).

Prosedur ini dilakukan untuk memastikan keamanan sekaligus menjaga keaslian barang bukti selama proses hukum berjalan.

Apartemen Ciputat Diduga Jadi Safe House

Penyidik menduga apartemen tersebut bukan tempat tinggal utama tersangka.

Lokasi itu lebih menyerupai safe house yang digunakan untuk menyimpan uang dalam jumlah besar agar tidak mudah terlacak aparat penegak hukum.

KPK kini mendalami siapa saja pihak yang memiliki akses terhadap apartemen tersebut.

Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut berperan dalam penyimpanan maupun pengelolaan dana.

Selain uang tunai, penyidik juga membuka peluang menemukan aset lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, termasuk aliran dana ke rekening tertentu maupun investasi tersembunyi.

Langkah penelusuran dilakukan melalui analisis dokumen, pemeriksaan saksi, hingga pelacakan transaksi keuangan.

Anak Buah Purbaya Ditahan, Penyidikan Bisa Melebar

Status BBP sebagai anak buah dalam struktur kebijakan yang berkaitan dengan pimpinan sektor fiskal dan kepabeanan membuat kasus ini dinilai strategis.

Baca Juga: Pak Purbaya THR ASN 2026 Cair Rp55 Triliun, Stimulus Jumbo Disiapkan: Tiket Pesawat Diskon hingga Bansos Melimpah

Sejumlah pengamat menilai penyidikan berpotensi berkembang apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.

KPK sendiri menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan terbuka kemungkinan muncul tersangka baru.

Penahanan selama 20 hari dilakukan agar penyidik dapat memaksimalkan pemeriksaan intensif, termasuk mendalami asal-usul uang miliaran rupiah tersebut serta kemungkinan adanya praktik suap maupun gratifikasi dalam pengambilan keputusan tertentu.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena sektor Bea Cukai memiliki peran penting dalam penerimaan negara melalui aktivitas ekspor-impor.

Publik Tunggu Pengungkapan Jaringan Korupsi

Pengungkapan uang miliaran rupiah dalam koper memperkuat dugaan adanya praktik korupsi terstruktur.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK untuk mengusut jaringan yang lebih luas.

Transparansi proses penyidikan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, terutama jika perkara bersinggungan dengan pejabat strategis.

KPK memastikan seluruh perkembangan perkara akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi serta analisis forensik terhadap barang bukti yang telah diamankan.

Jika aliran dana terbukti melibatkan lebih banyak pihak, bukan tidak mungkin kasus korupsi Bea Cukai ini akan menjadi salah satu perkara besar yang menyita perhatian nasional sepanjang 2026.

Editor : Krisna Pambudi
#tersangka bbp #KPK Sita Rp5 Miliar #penggeledahan ciputat #Korupsi Bea Cukai #anak buah purbaya