JAKARTA - Penyebab sariawan sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, luka kecil di dalam mulut ini bisa menimbulkan rasa perih yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, hingga berbicara.
Sariawan merupakan luka yang muncul di dalam mulut, bisa pada bibir, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, maupun lidah. Biasanya sariawan berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan di bagian tengah serta dikelilingi warna kemerahan.
Meski terlihat ringan, penyebab sariawan ternyata cukup beragam. Tidak hanya karena tergigit saat makan, tetapi juga bisa dipicu oleh infeksi, kekurangan vitamin, hingga stres. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami faktor penyebab dan cara mengatasinya.
Berbagai Penyebab Sariawan
Ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya sariawan. Salah satu yang cukup sering terjadi adalah infeksi virus atau bakteri di dalam mulut.
Selain itu, luka atau goresan pada jaringan mulut juga dapat memicu sariawan. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang menggunakan kawat gigi atau tanpa sengaja tergigit bagian dalam mulut saat makan.
Faktor lain yang sering menjadi penyebab sariawan adalah kekurangan vitamin dan mineral. Terutama vitamin B seperti vitamin B3, B9, dan B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk jaringan di dalam mulut.
Kurangnya asupan air putih juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering. Kondisi mulut kering membuat rongga mulut lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi yang akhirnya memicu munculnya sariawan.
Alergi Makanan dan Gangguan Imunitas
Beberapa orang juga dapat mengalami sariawan akibat reaksi alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu. Reaksi alergi ini bisa menimbulkan iritasi pada jaringan di dalam mulut.
Selain itu, gangguan pada sistem kekebalan tubuh juga dapat meningkatkan risiko sariawan. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, lansia, serta penderita penyakit tertentu seperti HIV/AIDS.
Orang yang sedang menjalani terapi kanker juga cenderung lebih rentan mengalami sariawan karena sistem kekebalan tubuhnya menurun.
Perubahan Hormon dan Stres
Faktor hormonal juga dapat menjadi penyebab sariawan, terutama pada wanita. Perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi atau menopause dapat membuat jaringan di dalam mulut menjadi lebih sensitif.
Selain itu, stres, kelelahan, dan kurang istirahat juga dapat memicu munculnya sariawan. Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh lebih mudah mengalami gangguan kesehatan, termasuk luka di dalam mulut.
Gejala yang Perlu Diketahui
Gejala sariawan umumnya mudah dikenali. Penderita biasanya merasakan nyeri atau rasa perih di dalam mulut, terutama saat makan atau minum.
Pada beberapa kasus, sariawan juga dapat menyebabkan kesulitan menelan makanan. Bahkan pada kondisi tertentu, sariawan bisa disertai demam.
Meski demikian, sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.
Cara Mengatasi Sariawan
Untuk membantu meredakan sariawan, terdapat beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya adalah mengoleskan minyak kelapa pada area sariawan karena memiliki sifat antiinflamasi.
Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah mengompres menggunakan kantong teh. Kandungan antiinflamasi dan antiseptik pada teh dapat membantu mengurangi peradangan pada luka di mulut.
Selain itu, berkumur dengan air es juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri akibat sariawan. Konsumsi yoghurt juga disarankan karena dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh.
Berkumur dengan air garam juga menjadi cara yang cukup efektif. Larutan ini dapat dibuat dengan mencampurkan setengah sendok teh garam ke dalam satu gelas air.
Cara Mencegah Sariawan
Pencegahan sariawan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin. Menyikat gigi dua kali sehari serta membersihkan lidah secara teratur dapat membantu mengurangi risiko sariawan.
Selain itu, penting untuk mengganti sikat gigi secara berkala setiap satu hingga tiga bulan agar tetap higienis.
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama buah serta sayuran hijau, juga dapat membantu mencegah kekurangan vitamin yang menjadi penyebab sariawan.
Hindari pula makanan yang terlalu pedas atau asam karena dapat mengiritasi jaringan mulut. Pastikan juga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan minum air putih sekitar dua hingga tiga liter per hari.
Jika sariawan tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan atau sering muncul kembali, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Editor : Divka Vance Yandriana