Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

OTT KPK di Rejang Lebong Gegerkan Bengkulu, Rumah Kepala Dinas PUPR Disegel, Ruang Kerja Bupati dan Wakil Bupati Ikut Diperiksa

Vidya Sajar Fitri • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06 WIB

 

OTT KPK di Rejang Lebong gegerkan Bengkulu.(antaranews.com)
OTT KPK di Rejang Lebong gegerkan Bengkulu.(antaranews.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Operasi tangkap tangan atau OTT KPK di Rejang Lebong mengejutkan publik Bengkulu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan sejumlah pejabat daerah dalam operasi senyap yang dilakukan pada Senin malam.

Informasi mengenai OTT KPK di Rejang Lebong tersebut langsung menyita perhatian masyarakat setelah para pihak yang diamankan dibawa ke Mapolresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan awal.

Aparat kepolisian pun memperketat pengamanan di sekitar lokasi pemeriksaan.

Selain itu, dampak dari OTT KPK di Rejang Lebong juga terlihat dari aktivitas penyegelan sejumlah lokasi strategis oleh penyidik KPK.

Beberapa tempat yang disegel antara lain rumah pribadi serta kantor pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Sejumlah Pejabat Diamankan

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK ini disebut menyasar sejumlah pejabat di Kabupaten Rejang Lebong.

Meski identitas lengkap para pihak yang diamankan belum diumumkan secara resmi, beberapa inisial pejabat mulai beredar di kalangan masyarakat.

Dari informasi yang beredar, salah satu lokasi yang disegel adalah rumah pribadi sekaligus kantor Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong yang berinisial EP.

Tak hanya itu, penyidik KPK juga memasang segel di ruang kerja Wakil Bupati Rejang Lebong yang berinisial HE. Segel yang sama juga terlihat di pintu ruang kerja Bupati Rejang Lebong berinisial FH.

Penyegelan tersebut diduga berkaitan dengan proses penyidikan awal yang dilakukan oleh tim KPK setelah operasi tangkap tangan berlangsung.

Mapolresta Bengkulu Dijaga Ketat

Sejak kabar OTT mencuat, suasana di Mapolresta Bengkulu mendadak menjadi sorotan. Beberapa pihak yang diamankan dalam operasi tersebut langsung dibawa ke kantor polisi tersebut untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Petugas kepolisian terlihat memperketat penjagaan di pintu gerbang masuk Mapolresta. Akses bagi masyarakat maupun pihak luar pun dibatasi demi menjaga keamanan dan kelancaran proses pemeriksaan.

Sejumlah personel keamanan berjaga di area sekitar kantor polisi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Hingga Selasa pagi, aktivitas pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan masih terus berlangsung.

Langkah pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan maupun gangguan terhadap proses penyelidikan yang sedang berjalan.

KPK Segel Sejumlah Lokasi Penting

Selain melakukan penangkapan, tim penyidik KPK juga melakukan penyegelan di beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Penyegelan ini merupakan prosedur umum dalam proses penyidikan KPK, terutama untuk mengamankan barang bukti yang mungkin berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Di beberapa lokasi yang disegel, terlihat stiker segel resmi KPK yang menandakan bahwa area tersebut tidak boleh dibuka atau digunakan tanpa izin dari penyidik.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas barang bukti selama proses penyelidikan berlangsung.

Belum Ada Pernyataan Resmi KPK

Hingga Selasa pagi, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait konstruksi perkara yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan tersebut.

Status hukum para pihak yang diamankan juga masih belum diumumkan secara terbuka.

Proses pemeriksaan awal masih dilakukan di Mapolresta Bengkulu. Setelah tahap awal ini selesai, para pihak yang terlibat kemungkinan akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor KPK.

Biasanya, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan.

Dalam kurun waktu tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan intensif untuk menentukan apakah pihak yang diamankan akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Publik Menunggu Penjelasan KPK

Kabar OTT yang melibatkan pejabat daerah ini tentu memicu perhatian publik, khususnya masyarakat Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Banyak pihak kini menunggu penjelasan resmi dari KPK terkait dugaan kasus yang sedang ditangani.

Publik juga berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara transparan dan profesional.

Jika terbukti terdapat unsur tindak pidana korupsi, kasus ini berpotensi menjadi salah satu perkara besar yang menyeret pejabat daerah di Bengkulu.

Sementara itu, aktivitas pemeriksaan oleh tim penyidik masih terus berlangsung. Informasi lebih lanjut mengenai hasil operasi tangkap tangan tersebut diperkirakan akan diumumkan oleh KPK dalam waktu dekat.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Kasus Korupsi Daerah #KPK Bengkulu #ott kpk rejang lebong #Bupati Rejang Lebong #kpk tangkap pejabat