Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mapolres Dijaga Ketat, Sejumlah Pejabat Pemkab Tulungagung Jalani Pemeriksaan, Siapa Saja Mereka?

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 10 April 2026 | 23:14 WIB
Gerbang timur Mapolres Tulungagung yang juga tertutup rapat pada Jumat malam. (ISTIMEWA)
Gerbang timur Mapolres Tulungagung yang juga tertutup rapat pada Jumat malam. (ISTIMEWA)

RADAR TULUNGAGUNG – Isu operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeruak di lingkungan Pemkab Tulungagung kian menguat. 

Setelah Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa tertutup rapat, kini suasana tak biasa juga terlihat di Mapolres Tulungagung, Jumat (10/4) malam.

Gerbang utama Mapolres yang biasanya terbuka lebar tampak tertutup rapat. Sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap berjaga di pintu masuk.

Baca Juga: Isu OTT Pejabat Pemkab Tulungagung Mencuat, Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Ditutup Rapat

Sterilisasi area ini memunculkan dugaan kuat adanya aktivitas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dalamnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kendaraan dinas maupun pribadi milik pejabat Pemkab Tulungagung silih berganti memasuki area Mapolres sejak menjelang petang.

Sejumlah nama pejabat eselon II dan III terpantau hadir, di antaranya Penjabat Sekda Soeroto, Kepala Dinas PUPR Erwin Novianto, hingga Direktur RSUD dr Iskak, dr Zuhrotul Aini.

Baca Juga: KPK Tangkap 13 Orang dalam OTT Rejang Lebong, Bupati Ikut Diamankan Diduga Terkait Suap Proyek Pemkab

Selain itu, beberapa kepala bagian dan kepala dinas juga terlihat memenuhi panggilan.

Sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengakui adanya aktivitas lembaga antirasuah di wilayah Tulungagung.

Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan secara tertutup dengan pembatasan akses yang ketat.

“Saya yakin semua orang sudah tahu ada kegiatan KPK di sini,” ujarnya singkat.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait penggunaan fasilitas Mapolres sebagai lokasi pemeriksaan, ia enggan memberikan penjelasan detail. Menurutnya, prosedur semacam ini bukan hal baru dalam operasi khusus.

“Kegiatan ini sifatnya silent, jadi tidak bisa banyak diekspos,” imbuhnya.

Indikasi pemeriksaan juga diperkuat dari pernyataan Kabag Pemerintahan, Arif Effendi. Ia mengaku datang ke Mapolres atas panggilan Sekda.

Baca Juga: Profil Muhammad Fikri Thobari: Bupati Rejang Lebong yang Ditangkap KPK dalam OTT, Latar Belakang Pengusaha hingga Aktivis

“Saya dipanggil oleh Pak Sekda,” katanya singkat sebelum masuk ke dalam gedung.

Hingga pukul 22.00 WIB, situasi di Mapolres Tulungagung masih berlangsung tertutup.

Sedikitnya 13 pejabat telah berada di lokasi, dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Ditangkap KPK dalam OTT, Rumah Pejabat Disegel dan Langsung Dibawa ke Jakarta

Di tengah situasi tersebut, beredar kabar bahwa seorang pejabat teras Pemkab Tulungagung telah dibawa tim penyidik menuju Jakarta melalui Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, informasi itu belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Pengamanan ketat dengan penutupan gerbang utama Mapolres menjadi pemandangan langka dan memancing perhatian warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK maupun Pemkab Tulungagung terkait status hukum maupun kasus yang tengah didalami dalam operasi senyap tersebut. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kpk #tulungagung #operasi tangkap tangan