Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dugaan Pembunuhan Gugur, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Lansia di Gedangsewu Tulungagung

Rahiiq Al Bachri • Senin, 11 Mei 2026 | 09:00 WIB
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, saat memberikan keterangan kepada awak media.

RADAR TULUNGAGUNG - Teka-teki kematian tragis seorang lansia di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, beberapa waktu lalu, akhirnya terjawab.

Setelah melalui empat kali gelar perkara dan analisis mendalam, Satreskrim Polres Tulungagung menyimpulkan peristiwa tersebut murni tindakan bunuh diri.  

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengungkapkan bahwa dugaan pembunuhan gugur setelah pihaknya melakukan kroscek terhadap motif-motif klasik seperti harta.

Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Gedangsewu Tulungagung Terkuak, Hasil Otopsi Ungkap 5 Luka Sayatan di Leher, Polisi Periksa Keluarga Inti

"Motif harta ini terbantahkan karena sampai korban meninggal dunia, perhiasan seperti anting, kalung, dan gelang masih menempel di tubuh. Bahkan, uang pinjaman sekitar Rp 16 juta masih ditemukan utuh di rumah korban," ujar Iptu Andi. 

Selain faktor harta, Iptu Andi menegaskan bahwa kondisi lingkungan rumah dan bukti digital tidak menunjukkan adanya kehadiran orang asing saat perkiraan waktu kematian antara pukul 03.00 hingga 05.00 pagi.

"Kami lihat CCTV dari depan tidak ada aktivitas. Di area belakang juga sudah kami cek, karena saat itu habis hujan, otomatis jika ada orang keluar pasti menimbulkan jejak kaki, dan itu tidak kami temukan," jelasnya. 

Baca Juga: Perempuan di Gedangsewu Tulungagung Ditemukan Tak Bernyawa, Ada Luka di Leher dan Pisau di Lokasi

Mengenai pemicu tindakan nekat tersebut, polisi mengendus adanya tekanan psikologis luar biasa yang dialami korban.

Korban yang merupakan pedagang pasar diduga mengalami depresi akibat perundungan (bullying) dari rekan sesama pedagang.

"Hasil dugaan kami, terjadi praktik perundungan di pasar karena korban sering dituduh mencuri. Hal ini memicu penyakit psikosomatis, di mana sakit fisik yang dideritanya seperti asam lambung dan tipes terasa makin menyakitkan karena beban pikiran," tambahnya. 

Meski terdapat luka sayat di leher yang semula dianggap tidak wajar bagi seorang lansia, Iptu Andi menyebut hal itu bisa dilakukan sendiri oleh korban berdasarkan yurisprudensi kasus serupa di Tulungagung.

Baca Juga: Balita Asal Tulungagung Nyaris Hilang Dibawa Tetangga Kos ke Lampung, Polisi Berhasil Gagalkan Pelarian

"Memang ada sekitar 3 sampai 5 kali sayatan di nadi leher menggunakan pisau. Setelah kami dalami semuanya, termasuk memeriksa pakaian anak dan menantu yang tidak ditemukan bercak darah, kami menyimpulkan tidak ditemukan peristiwa tindak pidana," tegas Iptu Andi. 

Pihak kepolisian juga memastikan tidak ada konflik keluarga antara korban dengan anak maupun menantu.

Keterangan yang digali selama serangkaian penyelidikan tetap konsisten dan tidak menunjukkan adanya tekanan psikologis dari pihak keluarga. 

Dengan hasil gelar perkara yang telah dilakukan sebanyak empat kali ini, kepolisian resmi menyimpulkan bahwa peristiwa mayat dalam sumur tersebut murni merupakan tindakan bunuh diri yang dipicu oleh depresi. (bac/c1/rka) 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#misteri kematian #depresi #lansia #gedangsewu