RADAR TULUNGAGUNG - Warga Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, mendadak gempar pada Kamis (21/5) dini hari.
Sesosok bayi laki-laki ditemukan telantar di dalam sebuah kardus di area persawahan desa setempat.
Beruntung, bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi masih bernyawa meskipun sempat terpapar cuaca dingin.
Informasi yang dihimpun Koran ini, aksi pembuangan darah daging sendiri ini pertama kali diendus Juli, seorang pencari barang bekas (rosok).
“Bayi tersebut ditemukan warga setempat yang mencari barang bekas,” jelas Kapolsek Pucanglaban, AKP Tarmadi.
Dia menjelaskan, Juli tengah menyisir jalanan sepi yang menghubungkan antardusun menuju arah kantor Desa Demuk sekitar pukul 23.00 WIB pada Rabu (20/5) malam.
Namun, saat melintas di dekat sebuah warung pecel yang berada tepat di bawah pohon beringin besar di tengah area persawahan, pandangannya terhenti oleh sebuah kotak kardus yang tergeletak mencurigakan di kegelapan.
“Dia curiga ada sebuah kardus yang tergeletak di kegelapan,” tuturnya.
Alangkah terkejutnya Juli saat menyorotkan lampu senter ke dalam kardus dan mendapati sesosok bayi mungil yang dibalut kain seadanya.
Sadar akan situasi darurat tersebut, dia langsung berlari mencari bantuan dan memanggil warga sekitar.
“Setelah mengetahui ada bayi di dalam kardus, saksi segera memberitahukan kepada warga lainnya dan dilakukan pengecekan bersama-sama ke lokasi,” jelasnya.
Saat disentuh, bayi kemudian menangis dan langsung dievakuasi oleh warga ke Puskesmas Pucanglaban untuk mendapatkan perawatan kedaruratan.
Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Gugur, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Lansia di Gedangsewu Tulungagung
Mendapat laporan dari perangkat desa setempat pada pukul 01.00 WIB dini hari, personel gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pucanglaban langsung mendatangi lokasi kejadian.
Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, mencari barang bukti petunjuk, serta memastikan kondisi kesehatan sang bayi di fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto menjelaskan, saat ini bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pucanglaban dan dalam kondisi mendapatkan penanganan medis secara maksimal oleh tim dokter.
“Secara umum fisiknya dilaporkan stabil dan terus membaik,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Tulungagung masih terus melakukan penelusuran mendalam di lapangan.
Polisi juga mulai berkoordinasi dengan para bidan desa, puskesmas pembantu (pustu), serta klinik bersalin di wilayah eks-Karesidenan Kediri guna melacak data ibu hamil yang melakukan persalinan secara tidak wajar atau mencurigakan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
“Polisi juga terus melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus secara menyeluruh guna mengetahui pihak atau orang tua kandung yang tega meninggalkan bayi tersebut di lokasi persawahan tersebut,” pungkas Iptu Nanang. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri