WONOGIRI - Mas Surya mengaku awalnya hanya ingin membuat konten tentang fenomena pesugihan Gunung Kemukus. Namun, rasa penasaran itu justru membawanya ikut menjadi pasangan ritual seorang perempuan hingga akhirnya ia menilai pengalaman tersebut sebagai kesalahan dan memilih meninggalkannya.
Kisah tersebut disampaikan Mas Surya dalam tayangan YouTube Malam Mencekam. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung pada 2020, ketika dirinya masih bekerja sebagai pengemudi ojek dan membuat konten YouTube.
Mas Surya mengaku menceritakan pengalaman itu agar orang lain tidak mengikuti jejaknya. Ia menyebut pengalamannya tersebut sebagai pelajaran setelah sempat terlibat dalam ritual yang menurutnya bertujuan mencari kekayaan secara instan.
Baca Juga: Kembali ke SMK Telkom, Menemukan Sekolah yang Sudah Berlari ke Masa Depan
Ketertarikan Mas Surya terhadap Gunung Kemukus bermula ketika pandemi Covid-19 membuat konten musik yang sebelumnya dibuatnya tidak lagi banyak diminati. Ia kemudian beralih membuat konten misteri dan horor, termasuk mengunjungi tempat-tempat yang dikenal memiliki cerita ritual.
Dalam salah satu kunjungan pada Jumat Pon, Mas Surya melakukan siaran langsung dari Gunung Kemukus. Ia mengaku melihat kawasan tersebut tetap ramai meski saat itu masih dalam masa pandemi.
Menurut penuturannya, kawasan tersebut juga memiliki banyak warung, tempat hiburan, serta orang yang menawarkan diri sebagai pasangan ritual. Mas Surya menyebut calon pasangan seharusnya sudah disepakati sejak dari rumah agar terhindar dari calo.
Baca Juga: P3K Paruh Waktu Tak Otomatis Dipecat, Ini Aturan Kontrak dan Peluang Jadi Penuh Waktu
Setelah mengunggah konten mengenai Gunung Kemukus, Mas Surya mendapat komentar dari seorang perempuan bernama Sekar. Komunikasi kemudian berlanjut melalui WhatsApp setelah Mas Surya memberikan nomor teleponnya.
Dalam percakapan tersebut, Sekar mengaku ingin melakukan pesugihan karena terlilit persoalan ekonomi. Mas Surya menyebut perempuan itu memiliki utang sekitar Rp500 juta akibat persoalan rumah tangga dan telah bercerai.
Sekar kemudian meminta bantuan Mas Surya karena khawatir tertipu atau menjadi korban calo. Keduanya akhirnya sepakat bertemu di Terminal Tirtonadi, Solo, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gunung Kemukus.
Mas Surya mengaku awalnya hanya ingin mendampingi. Namun, kondisi ekonominya yang juga sedang sulit membuatnya akhirnya ikut menjadi pasangan ritual Sekar.
Dalam kesaksiannya, ritual tersebut disebut harus dilakukan tujuh kali berturut-turut selama tujuh bulan. Mas Surya mengaku awalnya tidak memahami detail ritual dan hanya mengikuti arahan Sekar.
Ia kemudian menjalani sejumlah tahapan yang disebut berkaitan dengan ritual Gunung Kemukus. Dalam salah satu pengalaman, Mas Surya mengaku melihat sosok yang menurutnya menyerupai makhluk gaib.
Baca Juga: Semarak HUT Ke-81 RI di Tulungagung, Lomba Dayung Sungai Ngrowo Memasuki Babak 16 Besar dan 8 Besar
Cerita mengenai sosok tersebut merupakan kesaksian pribadi Mas Surya dan tidak dapat diverifikasi secara independen. Demikian pula klaim mengenai dampak ritual terhadap kehidupan seseorang tidak dapat dipastikan sebagai hubungan sebab-akibat.
Setelah beberapa kali ritual, Mas Surya mengaku kehidupan Sekar mengalami perkembangan. Namun, ia mengatakan dirinya justru terjerumus dalam kebiasaan berjudi dan uang yang diperolehnya sering habis.
Pengalaman itu akhirnya membuat Mas Surya menyadari bahwa keinginannya memperoleh kekayaan secara instan merupakan keputusan yang salah. Ia kemudian mendatangi seorang kiai dan memilih kembali menjalani kehidupan sesuai agama dan keyakinannya.
Mas Surya juga mengaku masih mengalami pengalaman yang menurutnya berkaitan dengan sosok yang pernah dilihatnya. Namun, ia menegaskan tidak ingin kembali terlibat dan memilih meninggalkan praktik tersebut.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada penonton agar tidak mengikuti jejaknya. Menurut Mas Surya, pengalaman tersebut cukup menjadi pembelajaran bahwa mencari kekayaan melalui jalan pintas justru dapat membawa persoalan baru.
Catatan: Artikel ini mengangkat kesaksian Mas Surya sebagaimana disampaikan dalam tayangan YouTube. Klaim mengenai pesugihan, makhluk gaib, dan efek supranatural merupakan bagian dari kesaksian narasumber dan bukan fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Editor : Brilian Syifa Almasih