SRAGEN – Gunung Kemukus kembali menjadi sorotan lewat kisah Mas Jon, seorang sopir truk yang mengaku pernah menjalani ritual pesugihan di kawasan tersebut pada 2008. Dalam kesaksiannya, ia menyebut ritual itu dilakukan demi melunasi utang Rp40 juta yang kala itu membebani keluarganya.
Kisah tersebut disampaikan Mas Jon dalam sebuah tayangan video. Ia mengaku mengenal cerita ritual Gunung Kemukus dari seorang pedagang nasi goreng yang ditemuinya saat perjalanan menuju Ngawi.
Menurut Mas Jon, pedagang tersebut menceritakan adanya ritual untuk memperoleh kekayaan secara instan. Rasa penasaran membuatnya terus menggali informasi hingga mendapatkan alamat seseorang yang disebut sebagai kuncen atau penjaga ritual.
Peristiwa itu bermula ketika Mas Jon mendapat tugas mengangkut pupuk menuju Ngawi. Dalam perjalanan, ia bersama kernetnya berhenti di sebuah warung nasi goreng karena kondisi kendaraan membutuhkan pemeriksaan.
Saat berbincang dengan penjual, pembicaraan kemudian mengarah pada cerita pesugihan Gunung Kemukus. Mas Jon mengaku memang tertarik dengan kisah-kisah seputar ritual semacam itu sehingga terus bertanya mengenai tata cara dan lokasi pelaksanaannya.
Dari percakapan tersebut, ia mendapat informasi bahwa orang yang datang ke Gunung Kemukus tidak semuanya memiliki tujuan yang sama. Ada yang datang untuk berziarah, sementara menurut cerita yang diterimanya, sebagian lainnya mencari kekayaan melalui ritual tertentu.
Baca Juga: Cara Unik Dewi Sahabat Jaksa Kenalkan Hukum kepada Anak Lewat Drama, Lagu, dan Karakter Super Jaksa
Mas Jon akhirnya membawa informasi itu pulang. Saat itu, keluarganya sedang menghadapi persoalan utang sekitar Rp40 juta yang berkaitan dengan rumah warisan.
Mas Jon kemudian mengajak istrinya datang ke Gunung Kemukus. Dalam pengakuannya, sang istri awalnya bersedia karena ia diyakinkan bahwa ritual tersebut tidak membutuhkan tumbal dan tujuannya hanya untuk menyelesaikan utang keluarga.
Namun, setelah bertemu dengan kuncen, mereka mendapat penjelasan mengenai bentuk ritual yang berbeda dari dugaan sebelumnya. Istrinya menolak ketika mengetahui adanya ritual yang melibatkan pasangan lain.
Mas Jon akhirnya menjalani ritual seorang diri setelah istrinya memilih pulang. Ia mengaku menjalani sejumlah tahapan ritual dan kemudian kembali ke rumah dengan membawa air dari sebuah sendang.
Dalam kisahnya, Mas Jon menyebut perubahan mulai dirasakan pada usaha istrinya yang berjualan makanan rumahan. Ia mengaku omzet yang sebelumnya hanya sekitar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari meningkat hingga sekitar Rp800 ribu pada siang hari dan dapat mencapai Rp1 juta atau lebih pada malam hari.
Mas Jon juga menyebut utang Rp40 juta tersebut berhasil dilunasi dalam waktu sekitar dua bulan. Namun, seluruh cerita tersebut merupakan kesaksian pribadi Mas Jon dalam tayangan dan tidak disertai pembuktian independen mengenai hubungan antara ritual dengan peningkatan pendapatan.
Baca Juga: Semarak HUT Ke-81 RI di Tulungagung, Lomba Dayung Sungai Ngrowo Memasuki Babak 16 Besar dan 8 Besar
Dalam tayangan tersebut, Mas Jon mengatakan dirinya menjalani ritual hingga beberapa kali. Ia mengaku mengalami sejumlah pengalaman yang dianggapnya tidak biasa, termasuk melihat sosok berbeda dan merasakan perubahan pada kondisi dirinya.
Ritual tersebut akhirnya berhenti ketika ia tertidur dan tidak bangun meski sudah beberapa kali dibangunkan istrinya. Menurut Mas Jon, kegagalan menjalani ritual terakhir membuat rangkaian tersebut terhenti.
Setelah itu, ia mengaku mengalami perubahan perilaku berupa rasa malas bekerja dan sering berkhayal. Kondisi tersebut perlahan membaik setelah mendapat dukungan dari teman-temannya.
Baca Juga: Dikenalkan Orang Tua sejak Kelas III SD, Ilma Naafi’an Tekuni Aeromodelling hingga Raih Prestasi
Mas Jon menegaskan bahwa utang keluarganya memang sudah lunas dan rumah telah selesai diperbaiki. Namun, ia juga mengingatkan penonton agar tidak mengikuti pengalaman yang pernah dilakukannya.
Dalam tayangan tersebut, Mas Jon menyarankan masyarakat yang ingin mencari keberkahan agar tidak menempuh jalan pesugihan. Ia justru menganjurkan untuk menghormati orang tua dan mendoakan mereka sebagai bentuk mencari keberkahan.
Kisah Mas Jon memperlihatkan bagaimana cerita mengenai ritual Gunung Kemukus dapat berkembang menjadi pengalaman pribadi yang dikaitkan dengan persoalan ekonomi, utang, dan kepercayaan. Di sisi lain, kesaksian tersebut tetap merupakan cerita personal yang tidak dapat dijadikan bukti bahwa ritual tertentu mampu mendatangkan kekayaan secara instan.
Editor : Brilian Syifa Almasih