Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Paradoks Afrika: Mengapa Benua Paling Kaya Justru Termiskin?

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 19 Maret 2025 | 00:33 WIB
Penduduk Afrika (Pexels @YahayaAhmed)
Penduduk Afrika (Pexels @YahayaAhmed)

Radar Tulungagung - Bayangkan sebuah toko emas raksasa, penuh dengan permata dan logam mulia. Namun, ironisnya pemilik toko tersebut justru kelaparan. Inilah gambaran yang tepat untuk Afrika, benua yang kaya akan sumber daya alam, namun dihantui oleh kemiskinan yang meluas.

Mengapa benua yang seharusnya menjadi pusat kemakmuran ini justru menjadi rumah bagi sebagian besar masyarakat miskin di dunia?

Ketika Pemerintah Tak Mendengar

Para ekonom peraih Nobel sepakat: masalhnya ada pada pemerintah yang korup dan tuli terhadap suara rakyat. Negara makmur adalah negara yang pemimpinnya bijak, mendengarkan keluhan warganya, dan menjauhi praktik korupsi yang merugikan.

Sayangnya, banyak negara Afrika masih bergulat dengan masalah ini, bagaikan kapal yang kehilangan arah di tengah badai.

Penjajahan yang Tak Pernah Usai

Namun, ada suara lain yang lebih lantang. Para ahli ekonomi yang kritis menunjuk pada luka lama bernama penjajah. Selama berabad-abad, negara-negara Eropa mencuri kekayaan Afrika, menguras sumber dayanya untuk memperkaya diri sendiri.

Penjajahan memang sudah berakhir, tapi bayangannya masih menghantui, menciptakan jurang yang dalam antara harapan dan kenyataan.

Negara-negara yang baru merdeka bagaikan bayi yang baru lahir, lemah dan tak berdaya. Infrastruktur hancur, dana menipis, dan keterampilan untuk mengelola sumber daya pun minim.

Di sinilah para “penolong” datang, menawarkan bantuan yang ternyata adalah jebakan maut. Pinjaman berbunga tinggi dari organisasi keuangan dunia justru menjerat Afrika dalam lingkaran utang yang tak berujung.

Prancis: Pengontrol Keuangan yang Tak Terlihat

Salah satu pemain kunci dalam drama ini adalah Prancis. Negara ini memaksa negara-negara bekas jajahannya untuk menyimpan uang di bank Prancis, menggunkan mata uang yang dikendalikan Prancis, dan memberikan keistimewaan kepada perusahaan-perusahaan Prancis.

Negara yang menolak akan menghadapi sanksi ekonomi dan destabilisasi. Bahkan negara-negara yang patuh pun kesulitan untuk berkembang, karena kendali keuangan yang ketat menghambat industri lokal dan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahaan Prancis.

Ketika Penjajah Memecah Belah

Penjajahan tidak hanya merampas kekayaan, tetapi juga menciptakan luka perpecahan di dalam negeri. Somalia adalah contoh nyata, di mana penjajahan oleh dua negara berbeda menyebabkan konflik dan ketidakstabilan setelah kemerdekaan.

Bagaikan kepingan puzzle yang tak bisa disatukan, perbedaan perlakuan dan pembangunan di wilayah bekas jajahan menciptakan jurang yang sulit dijembatani.

Lebih dari Sekadar Pemerintah yang Buruk

Namun, apakah kemiskinan hanya disebabkan oleh pemerintah yang buruk? Beberapa ekonom berpendapat bahwa ada faktor lain yang lebih penting.

Mereka menunjuk pada kesuksesan Cina, yang meskipun memiliki pemerintah yang kurang demokratis dan korupsi yang merajalela, tetap mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Mereka juga mengingatkan bahawa negara-negara dengan sistem pemerintahan yang dianggap ideal pun tidak selalu terbebas dari masalah dan ketidaksetaraan. Ini adalah pengingat bahwa tidak ada jawaban tunggal untuk masalah yang kompleks.

Kemiskinan di Afrika adalah teka-teki rumit yang melibatkan banyak pemain dan faktor. Pemerintah yang buruk, warisan penjajahan, kendalu keuangan eksternal, dan perpecahan internal adalah beberapa di antaranya. Sisa-sia penjajahan masih menghantui generasi demi generasi, menghalangi mereka untuk merih pendidikan, memiliki rumah yang layak, dan mewujudkan impian.

Bagaimana nih pendapat sobat RaTu, kira-kira apakah ada faktor lain yang lebih penting terhadap kemiskinan yang terjadi di Benua Afrika ini? (Neha)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#kemiskinan #miskin #negara afrika #keuangan #afrika #benua afrika #pemerintah afrika selatan #sumber daya alam #Penjajahan