RADAR TULUNGAGUNG - Tiga korban luka-luka kecelakaan bus jemaah umrah Indonesia di Mekkah Arab Saudi masih menjalani perawatan intensif. Yaitu Fabian, Ahsantudhonni Ghozali, dan Muhammad Alawi.
Menurut Konsul Jendra RI Yusron Ambari, Fabian mengalami luka bakar 60 persen. Namun, dokter memastikan bahwa tidak ada cedera pada organ internalnya.
Fabian sudah dapat merespons saat diajak berkomunikasi oleh petugas KJRI Jeddah pada siang sebelumnya.
Rencananya, ia akan dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap.
Baca Juga: Berikut Nama-nama Korban Kecelakaan Bus Umrah di Arab Saudi, Tiga Orang dalam Perawatan
"Orang tua Fabian dijadwalkan tiba malam ini dan akan mengunjungi rumah sakit keesokan harinya. Fabian sendiri berangkat umrah bersama budenya, almarhumah Eny Soedarwati, yang turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut," papar Yusron..
Selain Fabian, korban lain yang masih dirawat adalah Ahsantudhonni Ghozali. Dia juga rencananya akan dipindahkan ke rumah sakit di Mekkah.
Baca Juga: 6 WNI Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Bus Rombongan Umrah Arab Saudi
Sementara itu, Muhammad Alawi mengalami retak pada tulang lengan dan dijadwalkan menjalani operasi dalam waktu dekat
"Sebanyak sebelas korban lainnya yang sebelumnya sempat menjalani perawatan medis telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Setelah mendapatkan izin medis, mereka telah tiba di Mekkah dan kembali melanjutkan rangkaian ibadah umrah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan," ulas Yusron.
- Baca Juga: Belum Penuh, 80,43 persen Kuota Jemaah Calon Haji Reguler Lunasi Bipih, Ini Tahap Kedua Pelunasannya
Yusron memastikan, KJRI Jeddah terus memantau kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan, termasuk memfasilitasi kunjungan orang tua Fabian ke rumah sakit.
KJRI Jeddah juga telah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk keperluan pemulasaraan jenazah enam WNI yang wafat dalam kecelakaan tersebut.
Pada 23 Maret 2025, kata Yusron, KJRI Jeddah dijadwalkan bertemu dengan 11 jamaah yang selamat guna menerbitkan dokumen pengganti bagi mereka yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen perjalanan akibat insiden ini.
"KJRI juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi serta melalui Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri untuk menjalin komunikasi dengan keluarga korban di Indonesia dan memastikan seluruh prosedur berjalan dengan lancar," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana