TOKYO – Jepang kembali diguncang aktivitas seismik. gempa berkekuatan 5,5 SR melanda wilayah Akusekijima, salah satu pulau di Kepulauan Tokara, Prefektur Kagoshima, Kamis (3/7/2025).
Gempa di Jepang merupakan bagian dari lebih dari 1.000 gempa kecil yang telah terjadi sejak 21 Juni, memaksa aparat setempat untuk menganjurkan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Meskipun gempa di Jepang tepatnya berada di pulau terpencil itu tidak menimbulkan tsunami, getarannya cukup kuat hingga warga kehilangan keseimbangan, memaksa mereka berlindung di luar bangunan.
Tindakan evakuasi dianggap penting untuk mencegah risiko dari gempa susulan yang tiba-tiba dan potensi longsor.
Di sisi lain, Jepang tengah menghadapi isu unik yang memengaruhi dunia pariwisata. Sebuah komik (manga) populer berjudul “The Future I Saw” karya Ryo Tatsuki, memuat panel prediksi bencana besar gempa dan tsunami pada pada 5 Juli 2025.
Ramalan ini sebelumnya tampak akurat saat menggambarkan peristiwa 2011, dan versi terbarunya di 2021 kembali memicu kepanikan di media sosial, terutama di Hong Kong, Tiongkok, dan Taiwan.
Baca Juga: Luluh Lantah, Inilah 4 Bencana Alam Gempa Bumi Terbesar di Indonesia
Akun-akun travel di Asia Timur melaporkan penurunan pemesanan tiket dan hotel ke Jepang hingga 50–83%.
Bandara internasional mulai mengalami pembatalan penerbangan, sementara beberapa maskapai seperti Greater Bay Airlines bahkan menunda layanan.
Pemerintah Jepang dan Japan Meteorological Agency menegaskan bahwa “tidak ada dasar ilmiah” untuk memprediksi gempa menurut tanggal tertentu.
Seismolog pun menekankan bahwa meski Jepang memang berada di daerah rawan gempa, prediksi gempa secara akurat masih tidak mungkin dilakukan.
Akhir-akhir ini, Jepang mencatat juga gempa kecil di wilayah Kyushu dan Tokara.
Walau ini bukan peristiwa besar, kombinasi tekanan sosial, evakuasi penduduk lokal, dan ketakutan kolektif yang dipicu manga ramalan memberi efek signifikan pada sentimen turis dan ekonomi pariwisata. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah