Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Benarkah Amerika Ancam Akan Bom Moskow? Donald Trump Frontal Lawan Vladimir Putin

Siti Fadhilah Salsabila • Jumat, 11 Juli 2025 | 23:00 WIB

 

Presiden Amerika Donald Trump  dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
 

INTERNASIONAL - Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan rencananya untuk menghadapi Vladimir Putin dengan ancaman militer ekstrem yakni akan melakukan pengeboman ke Moskow, jika Rusia menyerang Ukraina.

Pernyataan Donald Trump dipaparkan dalam rekaman acara penggalangan dana sekitar tahun 2024.

“Kalau kamu serang Ukraina, saya akan bom Moskow,” jelas Donald Trump.

Ancaman itu membuat Putin terdiam karena dia tak tahu apakah ancaman itu serius atau tidak. Donalda Trump juga menyebut pernah mengatakan hal serupa ke Presiden China, Xi Jinping, jika China menyerang Taiwan.

Menurut Donald Trump, cukup 5 hingga 10% rasa takut dari lawan sudah bisa mencegah mereka bertindak.

Meskipun ucapan itu disampaikan tahun 2024, rekamannya baru diketahui publik dan dilaporkan media pada pertengahan tahun 2025 ini.

Baca Juga: Cantik yang Mematikan: Kosmetik Berbahaya yang Digunakan Bangsawan Inggris pada Masa Victoria

Motif di Balik Ancaman

1. Mencegah Agresi:
Agar Putin dan Xi Jinping ragu menyerang Ukraina atau Taiwan.

2. Efek Jera (Deterrence):
Cukup  5 hingga 10% rasa takut lawan bisa menghentikan mereka bertindak.

3. Tunjukkan Ketegasan:
Gaya Trump yang keras untuk tampil sebagai pemimpin kuat.

4.  Kepentingan Politik:
Perkuat citra menjelang pemilu dan tarik simpati pendukung.

5. Pengalihan Isu:
Alihkan fokus publik dari isu lain yang bisa merugikan kampanye.

Tanggapan Rusia (Kremlin):

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyatakan, pihaknya tidak bisa memastikan apakah ancaman Trump tersebut benar atau tidak.

“Saya tidak bisa mengonfirmasi atau membantah hal itu. Kami tidak tahu apakah itu nyata atau palsu. Banyak sekali berita palsu yang beredar sekarang,” katanya.

Peskov menegaskan bahwa Kremlin belum memiliki informasi valid mengenai rekaman ucapan Trump tersebut, dan lebih memilih untuk berhati-hati dalam menanggapinya.

Tanggapan China:

Hingga saat ini, pemerintah China (Beijing) belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Trump bahwa ia juga pernah mengancam akan membom Beijing jika China menyerang Taiwan.

Namun, menurut laporan yang beredar, para analis memperkirakan pernyataan seperti itu berpotensi memperkeruh hubungan AS–Tiongkok, terutama di tengah ketegangan terkait isu Taiwan.

Beberapa pengamat menyebutkan bahwa ancaman semacam itu tidak sejalan dengan jalur diplomasi yang biasanya diambil China, dan bisa dianggap sebagai provokasi politik.

Pernyataan Trump ini jadi sorotan karena:

Donald Trump, melalui rekaman acara penggalangan dana 2024, mengklaim pernah mengancam akan “mengebom Moskow” jika Putin menyerang Ukraina.

Langkah serupa pernah dia utarakan pada Xi Jinping terkait Taiwan/Beijing.

Meski Kremlin meragukan kebenarannya, pernyataan ini memperlihatkan strategi bluster ekstrem Trump sebagai cara untuk menciptakan deterrence. (*)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#rusia #amerika #Ancam #donald trump #vladimir putin