AMERIKA- Terjadi gempa berkekuatan 7,3 magnitudo di lepas pantai Semenanjung Alaska, tepatnya sekitar 50–54 mil selatan Sand Point, pada Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 12:37 siang waktu Alaska.
Setelah gempa terjadi, peringatan tsunami langsung diumumkan untuk wilayah pesisir selatan Alaska, terutama antara Kennedy Entrance hingga Unimak Pass.
Namun setelah dilakukan pemantauan oleh NOAA dan USGS, hanya terdeteksi gelombang tsunami kecil setinggi 0,2 kaki (~6 cm) di Sand Point.
Beberapa jam setelah kejadian, peringatan tsunami dicabut karena tidak ada ancaman lanjutan yang terdeteksi.
Aftershocks dan Aktivitas Gempa Lanjutan
Gempa utama diikuti oleh lebih dari 40 gempa susulan, termasuk beberapa yang mencapai kekuatan di atas magnitudo 5,0. Aktivitas ini masih terus dimonitor oleh Alaska Earthquake Center, karena wilayah tersebut dikenal sangat aktif secara seismik.
Dalam tiga jam pertama setelah kejadian utama, tercatat setidaknya 40 gempa susulan, termasuk satu yang mencapai magnitudo 5,2.
The Alaska Earthquake Center mengingatkan kemungkinan munculnya gempa susulan besar (≥ 6.0) dalam beberapa hari ke depan.
Kenapa Alaska Rawan Gempa?
Alaska terletak di pertemuan antara lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara, menjadikannya bagian dari Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) — wilayah dengan aktivitas gempa dan vulkanik tertinggi di dunia.
Pada Gempa 7,3 pada Juli 2025 ini terjadi di zona subduksi Aleutian Trench, tempat di mana lempeng Pasifik menyusup ke bawah lempeng Amerika Utara. Wilayah ini telah mengalami beberapa gempa besar dalam beberapa dekade terakhir, termasuk:
- Gempa M 7,8 Simeonof (2020)
- Gempa M 9,2 Alaska (1964), gempa terbesar kedua yang pernah tercatat di dunia
Meski kuat, gempa tidak menyebabkan kerusakan serius. Beberapa laporan dari warga menyebutkan:
- Barang-barang ringan seperti botol dan rak bergeser
- Gempa terasa kuat hingga kota Anchorage, sekitar 950 km dari pusat gempa
- Tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini
Pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah