Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jepang Bisa Deteksi Tsunami dalam Hitungan Menit, Begini Faktanya

Zahrotul Afkarina • Kamis, 31 Juli 2025 | 17:30 WIB
Jepang dikenal sebagai negara yang rawan gempa dan tsunami. Namun di balik potensi bencananya, Negeri Sakura ini juga dikenal karena kemampuannya dalam mendeteksi tsunami hanya dalam hitungan menit.
Jepang dikenal sebagai negara yang rawan gempa dan tsunami. Namun di balik potensi bencananya, Negeri Sakura ini juga dikenal karena kemampuannya dalam mendeteksi tsunami hanya dalam hitungan menit.

TULUNGAGUNG - Jepang dikenal sebagai negara yang rawan gempa dan tsunami. Namun di balik potensi bencananya, Negeri Sakura ini juga dikenal karena kemampuannya dalam mendeteksi tsunami hanya dalam hitungan menit.

Teknologi canggih dan kesiapsiagaan yang tinggi membuat Jepang menjadi salah satu negara paling siap menghadapi ancaman tsunami di dunia.

Yuk, simak bagaimana Jepang bisa mendeteksi tsunami dengan sangat cepat, serta fakta-fakta menarik di balik sistem peringatan dini mereka!

Baca Juga: Tsunami Hantam Pesisir Jepang Usai Gempa Dahsyat Rusia, Nasib Warga Setempat jadi Perhatian

Mengapa Jepang Harus Siap Hadapi Tsunami?

Karena Jepang terletak di pertemuan empat lempeng tektonik aktif: Lempeng Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara. Ini menjadikan Jepang salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia — dan karena sebagian besar gempa terjadi di bawah laut, maka potensi terjadinya tsunami sangat besar.

Contoh nyatanya adalah Tsunami Tohoku tahun 2011, yang terjadi akibat gempa magnitudo 9.0 dan menelan ribuan korban jiwa.

Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-35 Canggih Milik Israel, IDF Bantah Keras

Bagaimana Jepang Bisa Deteksi Tsunami Dalam Hitungan Menit? Berikut penjelasannya: 

1. Japan Meteorological Agency (JMA)

Jepang memiliki JMA. JMA adalah lembaga utama yang bertanggung jawab memantau gempa dan tsunami. Saat terjadi gempa bumi bawah laut, dalam waktu 2–3 menit, JMA bisa:

2. Sensor dan Sistem Deteksi Bawah Laut. Jepang menggunakan dua sistem utama:

DONET (Dense Oceanfloor Network System for Earthquakes and Tsunamis): Jaringan sensor dasar laut yang mendeteksi perubahan tekanan air dan pergerakan tanah di dasar samudra dan Mengirim data ke darat hampir secara real-time.

S-net (Seafloor Observation Network for Earthquakes and Tsunamis): Lebih luas dari DONET, mencakup wilayah pantai Pasifik. Terdiri dari ratusan sensor bawah laut yang saling terhubung melalui kabel fiber optic.

3. Sistem Peringatan Dini Otomatis. Begitu data gempa dan tsunami terkonfirmasi, peringatan dikirim melalui:

Sirine di seluruh kota pesisir, Pesan teks darurat (SMS) ke ponsel warga, Siaran TV, radio, dan papan informasi digital dan ada Aplikasi peringatan gempa dan tsunami di smartphone.

Fakta Menarik tentang Sistem Deteksi Tsunami di Jepang

Kemampuan Jepang dalam mendeteksi tsunami dalam hitungan menit adalah hasil dari teknologi mutakhir, edukasi publik, dan sistem yang terus ditingkatkan sejak bencana besar seperti tsunami 2011.

Negara lain pun bisa belajar dari Jepang untuk mengembangkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#deteksi #tsunami #jepang