TULUNGAGUNG - Jepang dikenal sebagai negara yang rawan gempa dan tsunami. Namun di balik potensi bencananya, Negeri Sakura ini juga dikenal karena kemampuannya dalam mendeteksi tsunami hanya dalam hitungan menit.
Teknologi canggih dan kesiapsiagaan yang tinggi membuat Jepang menjadi salah satu negara paling siap menghadapi ancaman tsunami di dunia.
Yuk, simak bagaimana Jepang bisa mendeteksi tsunami dengan sangat cepat, serta fakta-fakta menarik di balik sistem peringatan dini mereka!
Baca Juga: Tsunami Hantam Pesisir Jepang Usai Gempa Dahsyat Rusia, Nasib Warga Setempat jadi Perhatian
Mengapa Jepang Harus Siap Hadapi Tsunami?
Karena Jepang terletak di pertemuan empat lempeng tektonik aktif: Lempeng Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara. Ini menjadikan Jepang salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia — dan karena sebagian besar gempa terjadi di bawah laut, maka potensi terjadinya tsunami sangat besar.
Contoh nyatanya adalah Tsunami Tohoku tahun 2011, yang terjadi akibat gempa magnitudo 9.0 dan menelan ribuan korban jiwa.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-35 Canggih Milik Israel, IDF Bantah Keras
Bagaimana Jepang Bisa Deteksi Tsunami Dalam Hitungan Menit? Berikut penjelasannya:
1. Japan Meteorological Agency (JMA)
Jepang memiliki JMA. JMA adalah lembaga utama yang bertanggung jawab memantau gempa dan tsunami. Saat terjadi gempa bumi bawah laut, dalam waktu 2–3 menit, JMA bisa:
- Mendeteksi pusat dan kedalaman gempa
- Menganalisis potensi terjadinya tsunami
- Mengeluarkan peringatan resmi (tsunami warning/advisory)
2. Sensor dan Sistem Deteksi Bawah Laut. Jepang menggunakan dua sistem utama:
DONET (Dense Oceanfloor Network System for Earthquakes and Tsunamis): Jaringan sensor dasar laut yang mendeteksi perubahan tekanan air dan pergerakan tanah di dasar samudra dan Mengirim data ke darat hampir secara real-time.
S-net (Seafloor Observation Network for Earthquakes and Tsunamis): Lebih luas dari DONET, mencakup wilayah pantai Pasifik. Terdiri dari ratusan sensor bawah laut yang saling terhubung melalui kabel fiber optic.
3. Sistem Peringatan Dini Otomatis. Begitu data gempa dan tsunami terkonfirmasi, peringatan dikirim melalui:
Sirine di seluruh kota pesisir, Pesan teks darurat (SMS) ke ponsel warga, Siaran TV, radio, dan papan informasi digital dan ada Aplikasi peringatan gempa dan tsunami di smartphone.
Fakta Menarik tentang Sistem Deteksi Tsunami di Jepang
- Jepang bisa mengeluarkan peringatan tsunami hanya dalam 2 menit setelah gempa besar terjadi.
- Jaringan sensor bawah laut Jepang adalah salah satu yang terluas dan tercanggih di dunia.
- Warga Jepang dilatih secara rutin melalui simulasi bencana tahunan agar tahu cara evakuasi secepat mungkin.
- Sistem peringatan terintegrasi dengan gadget modern dan aplikasi seperti NHK Alerts dan Yurekuru Call.
Kemampuan Jepang dalam mendeteksi tsunami dalam hitungan menit adalah hasil dari teknologi mutakhir, edukasi publik, dan sistem yang terus ditingkatkan sejak bencana besar seperti tsunami 2011.
Negara lain pun bisa belajar dari Jepang untuk mengembangkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah