JEPANG — Gelombang tsunami setinggi sekitar 30 sentimeter terpantau menghantam Pelabuhan Hanasaki, di Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Rabu (30/7/2025).
Tsunami ini merupakan dampak dari gempa besar berkekuatan magnitudo 8,8 yang terjadi di wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa meski ketinggian gelombang tsunami relatif kecil, kekuatan arus bawah lautnya berpotensi membahayakan.
JMA memperingatkan adanya kemungkinan gelombang susulan dengan ketinggian mencapai 3 meter yang bisa menghantam pesisir utara Jepang dalam rentang waktu beberapa jam ke depan.
“Gelombang setinggi 30 cm tidak bisa dianggap remeh. Arusnya bisa sangat kuat dan membahayakan, terutama bagi masyarakat di dekat pantai dan pelabuhan,” demikian pernyataan resmi JMA yang dikutip sejumlah media Jepang.
Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di sepanjang pesisir Pasifik utara Jepang, termasuk Hokkaido, Aomori, hingga Iwate dan Wakayama.
Pemerintah setempat segera menginstruksikan warga di wilayah pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan menjauhi pantai serta muara sungai.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya kerusakan serius atau korban jiwa akibat gelombang awal yang tiba di Hanasaki.
Namun pihak berwenang terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan laut, terutama karena pengalaman masa lalu menunjukkan potensi tsunami besar bisa datang menyusul gelombang awal yang relatif kecil.
Pelabuhan Hanasaki bukan pertama kalinya terdampak tsunami. Pada tahun 1843, wilayah ini pernah diterjang gelombang setinggi lebih dari 7 meter dalam peristiwa Gempa Tokachi. Gelombang tinggi juga tercatat di kawasan ini pada gempa besar Kuril tahun 1994 dan 2003.
Letak geografis Hanasaki yang berada dekat zona subduksi aktif membuat kawasan ini tergolong rawan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami yang dikutip dari en.wikipedia.org
Kementerian Transportasi dan Badan Penanggulangan Bencana Jepang (FDMA) telah mengaktifkan jalur evakuasi dan pusat informasi darurat di beberapa titik, termasuk di Nemuro dan Kushiro, kota-kota pesisir Hokkaido yang dekat dengan Hanasaki.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-35 Canggih Milik Israel, IDF Bantah Keras
Warga diimbau tidak kembali ke rumah sebelum ada pernyataan resmi bahwa kondisi laut benar-benar aman.
Meski tidak menimbulkan kerusakan berarti, tsunami kecil di Hanasaki menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana alam adalah mutlak di wilayah rawan seperti Jepang.
Gelombang susulan masih mungkin terjadi, dan masyarakat diimbau terus mengikuti informasi dari otoritas resmi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah