Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perubahan Iklim Bikin 6 Negara Kepulauan Ini Terancam Tenggelam, Mana Saja Mereka?

Naufal Shafa Diya • Selasa, 5 Agustus 2025 | 17:59 WIB

 

perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air yang bisa membuat negara tenggelam
perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air yang bisa membuat negara tenggelam

RADAR TULUNGAGUNG - Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan karena kenyataan hari ini.

Salah satu dampak paling nyata dari krisis iklim adalah kenaikan permukaan laut yang perlahan tapi pasti mulai mengancam wilayah-wilayah pesisir dan negara-negara kepulauan.

Bahkan, beberapa negara kecil terancam benar-benar hilang dari peta dunia jika tren ini terus berlanjut.

Berikut adalah daftar negara dan wilayah yang mulai tenggelam akibat perubahan iklim, dan apa yang sedang mereka lakukan untuk bertahan.

Baca Juga: Cara Menghadapi Overthinking Setiap Malam, Jangan Biarkan Pikiran Mengendalikanmu

1. Maladewa (Maldives)

Maladewa adalah salah satu negara pertama yang sering disebut dalam diskusi tentang negara yang akan tenggelam.

Negara ini terdiri dari lebih dari 1.000 pulau kecil dengan rata-rata ketinggian hanya 1,5 meter di atas permukaan laut.

Kenaikan air laut membuat Maladewa sangat rentan terhadap banjir dan erosi garis pantai.

Pemerintah Maladewa bahkan telah mempertimbangkan opsi memindahkan penduduk ke negara lain, jika situasi semakin memburuk.

2. Tuvalu

Tuvalu adalah negara kepulauan di Samudera Pasifik yang hanya memiliki populasi sekitar 11.000 orang.

Dengan ketinggian rata-rata hanya 2 meter, Tuvalu sering mengalami banjir pasang (tidal flooding) bahkan tanpa adanya badai.

Tuvalu juga menjadi simbol global untuk kampanye krisis iklim karena para pemimpinnya sangat vokal di forum internasional, memperjuangkan pengurangan emisi karbon global.

3. Kiribati

Kiribati adalah negara kepulauan lainnya yang berada di garis depan krisis iklim. Karena kenaikan air laut, beberapa pulau di Kiribati sudah tidak layak huni.

Pemerintah Kiribati bahkan telah membeli lahan di Fiji sebagai "tempat perlindungan" bagi penduduk jika skenario tenggelam menjadi kenyataan.

Ini adalah salah satu bukti nyata bahwa negara-negara kecil harus mempersiapkan relokasi skala besar.

4. Bangladesh (wilayah pesisir)

Meskipun bukan negara kepulauan, wilayah pesisir Bangladesh adalah salah satu yang paling padat dan paling rentan di dunia terhadap kenaikan permukaan laut.

Setiap tahun, ribuan orang harus pindah karena rumah mereka terendam banjir pasang atau hilang akibat erosi.

Diperkirakan bahwa hingga 20 persen wilayah Bangladesh bisa tenggelam pada akhir abad ini jika tren pemanasan global tidak dihentikan.

Baca Juga: Mendaki Gunung, Hobi Kekinian yang Menenangkan dan Menyehatkan

5. Marshall Islands

Marshall Islands, seperti Tuvalu dan Kiribati, terletak di Pasifik dan terdiri dari pulau-pulau kecil datar.

Negara ini juga sedang berjuang mempertahankan keberadaannya di tengah kenaikan air laut yang terus-menerus.

Masyarakat Marshall telah memulai proyek pembangunan tembok laut dan reklamasi, tetapi tetap ada kekhawatiran bahwa langkah tersebut tidak akan cukup dalam jangka panjang.

6. Fiji (wilayah pesisir rendah)

Fiji dikenal sebagai negara yang sering membantu negara tetangganya yang terancam tenggelam. Namun, beberapa wilayah pesisir Fiji sendiri juga mulai terkena dampaknya.

Pemerintah Fiji bahkan telah memindahkan seluruh desa ke wilayah yang lebih tinggi sebagai tindakan preventif menghadapi naiknya air laut.

Alasan Negara-Negara Ini Tenggelam

Pemanasan suhu bumi, Pencairan es di kutub dan gletser, Kenaikan permukaan air laut, Perubahan cuaca ekstrem.

Negara-negara industri besar yang menghasilkan emisi karbon tinggi memainkan peran besar dalam mendorong krisis ini.

Meskipun negara-negara kecil seperti Tuvalu dan Kiribati yang justru merasakan dampaknya paling awal dan paling parah.

Baca Juga: Lika-liku Musim Kemarau di Tulungagung Panas Terik, Tapi Bikin Rindu

Upaya Global yang Perlu Dilakukan:

Pengurangan drastis emisi karbon global, Investasi dalam teknologi hijau dan energi terbarukan, Bantuan internasional untuk negara kecil yang terdampak, Kesepakatan iklim yang lebih tegas dan mengikat

Kisah negara-negara yang mulai tenggelam karena perubahan iklim seharusnya menjadi peringatan serius bagi seluruh dunia.

Ini bukan masalah masa depan, ini adalah krisis yang sedang terjadi. Jika tidak ada aksi nyata dari semua negara, terutama negara-negara penghasil emisi terbesar, maka bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak wilayah yang ikut tenggelam di masa depan.

Mulai sekarang, setiap langkah kecil dalam menjaga lingkungan akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup generasi berikutnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tenggelam #pemanasan global #internasional #Masa Depan Bumi