RADAR TULUNGAGUNG - Pernah merasa udara di pagi dan malam hari di Indonesia terasa lebih dingin saat musim kemarau? Salah satu penyebab utamanya adalah fenomena alam yang disebut Angin Monsun Australia.
Angin ini dikenal sebagai "pembawa udara dingin" ke berbagai wilayah Indonesia, terutama bagian selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Lalu, apa sebenarnya Angin Monsun Australia itu? Mengapa ia bisa membuat suhu di Indonesia terasa lebih sejuk, bahkan ekstrem di beberapa tempat? Yuk, kita bahas tuntas di artikel ini!
Baca Juga: Misteri Lingkupi Air Terjun The Devil's Kettle di Minnesota Amerika Serikat, Berikut Faktanya
Angin Monsun Australia adalah angin musiman yang bertiup dari wilayah Australia menuju Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Angin ini muncul terutama saat musim kemarau, yakni sekitar Mei hingga September, ketika wilayah Australia mengalami musim dingin.
Kenapa Angin Ini Membawa Udara Dingin?
Saat musim dingin di Australia, tekanan udara di sana menjadi tinggi (high pressure). Sebaliknya, wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengalami tekanan udara rendah (low pressure) karena posisi matahari yang lebih dekat ke utara.
Akibatnya, udara dari Australia yang dingin dan kering tertarik menuju wilayah Indonesia. Angin ini melewati perairan dan wilayah selatan Indonesia.
Membawa massa udara sejuk, yang kemudian menyebabkan suhu di beberapa daerah menjadi lebih rendah dari biasanya.
Dampak Angin Monsun Australia di Indonesia
1. Suhu Dingin di Pagi dan Malam Hari
Banyak wilayah seperti Bandung, Dieng, Malang, dan dataran tinggi lainnya mengalami suhu di bawah 20 derajat Celcius.
2. Langit Cerah dan Minim Awan
Karena sifat angin yang kering, pertumbuhan awan dan potensi hujan sangat kecil. Hal ini membuat langit tampak lebih cerah.
3. Kelembapan Udara Rendah
Udara terasa lebih kering, bibir mudah pecah-pecah, dan kulit terasa kasar karena kelembapan menurun.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Agustus 2025 Mengancam Dunia, Bisa Pecahkan Rekor Terpanas?
4. Kabut di Dataran Tinggi
Suhu dingin dan kelembapan di pagi hari menyebabkan terbentuknya kabut, terutama di daerah pegunungan.
5. Mempengaruhi Aktivitas Pertanian dan Penerbangan
Udara kering dan angin kencang bisa memicu kekeringan, tapi juga memberi keuntungan dalam dunia penerbangan karena kondisi cuaca lebih stabil.
Baca Juga: Australia Rumah Bagi Spesies Paling Mematikan di Dunia, Ternyata Ini Alasannya
Wilayah di Indonesia yang Paling Terpengaruh:
Ada beberapa daerah yang terdampak Angin Monsun Australia di Indonesia. Di Pulau Jawa ada Bandung, Lembang, dan Garut di Jawa Barat.
Begitu pula Malang dan Batu di Jawa Timur, serta Dieng dan Wonosobo di Jawa Tengah.
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pun tak luput dari pengaruh angin Monsun Australia. Tidak ketinggalan Kalimantan dan Sulawesi bagian selatan.
Nah meskipun angin Monsun membuat udara di tanah air terasa lebih sejuk, angin ini juga berdampak pada kelembapan udara dan aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami fenomena ini, kita bisa lebih siap menghadapi perubahan suhu dan menjaga kesehatan selama musim kemarau.
Jadi, saat udara mulai terasa dingin dan kering, kini kamu tahu siapa “pelakunya” — Angin Monsun Australia!
Editor : Dharaka R. Perdana