Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prasasti Babilonia Berusia 4.000 Tahun Pernah Ramalkan Bencana Akibat Gerhana Bulan, Isinya Mengerikan

Dharaka R. Perdana • Senin, 8 September 2025 | 14:08 WIB

Prasasti paku dipamerkan selama pameran di Museum Tanah Alkitab di Yerusalem, 3 Februari 2015.(BAZ RATNER/REUTERS)
Prasasti paku dipamerkan selama pameran di Museum Tanah Alkitab di Yerusalem, 3 Februari 2015.(BAZ RATNER/REUTERS)

RADAR TULUNGAGUNG - Keberadaan gerhana bulan total pada yang berakhir pada Senin dini hari benar-benar menyedot animo masyarakat di semua penjuru Indonesia.

Tahukah kamu jika munculnya fenomena gerhana bulan maupun matahari pernah jadi ramalan bencana pada masa lampau?

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Memasuki Fase Awal, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Dilansir dari The Jerussalem Post, para peneliti pada 2015 lalu berhasil mengungkap empat prasasti Babilonia berusia 4.000 tahun yang mengaitkan gerhana bulan Babilonia dengan ramalan bencana masa depan.

Prasasti yang kini tersimpan di British Museum itu menjadi salah satu catatan tertua tentang firasat buruk dari gerhana bulan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Cuneiform Studies dan memperlihatkan betapa pentingnya fenomena langit bagi peradaban kuno.

Baca Juga: Gaya Hidup Anak Muda Tulungagung: Antara Nongkrong di Cafe Hits dan Angkringan Sederhana

Gerhana Bulan dan Pertanda Buruk

Gerhana bulan, yang terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Bulan tertutup, dianggap sebagai firasat gaib oleh bangsa Babilonia.

Mereka percaya bahwa peristiwa ini menandakan murka dewa, terutama terkait kematian raja atau malapetaka besar bagi negeri.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Bakal Selesai Jelang Subuh, Berikut Urutan Fase Gerhana Hingga Bentuknya Utuh Kembali

Bangsa Babilonia pun mengembangkan sistem penghitungan siklus saros untuk memperkirakan kapan gerhana akan terjadi.

Sistem ini mencakup 223 bulan lunar, sebuah metode awal yang menjadi cikal bakal ilmu astronomi, meskipun kala itu lebih dekat dengan praktik astrologi.

Ramalan dalam Prasasti Babilonia

Isi empat tablet kuno ini mencatat sejumlah bencana yang dipercaya sebagai pertanda dari gerhana bulan Babilonia.

Antara lain wabah penyakit mematikan (sampar), kesulitan ekonomi, kematian seorang raja, penghancuran negeri Elam, banjir besar, runtuhnya sebuah dinasti, dan pemberontakan rakyat.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Bakal Selesai Jelang Subuh, Berikut Urutan Fase Gerhana Hingga Bentuknya Utuh Kembali

Beberapa ramalan bahkan bersifat kondisional: jika raja wafat, rakyat selamat; sebaliknya, jika raja bertahan, rakyat menderita.

Untuk “mengelola nasib”, para astrolog Babilonia melakukan ritual magis, pengorbanan hewan, hingga konsultasi dengan kumpulan pertanda langit.

Baca Juga: Langit Tulungagung Bakal Berawan Malam Ini, Masyarakat Tetap Berkesempatan Melihat Gerhana Bulan Total?

Meski kini manusia memahami gerhana bulan hanya sebagai fenomena astronomi tanpa pertanda gaib, prasasti Babilonia ini membuktikan betapa pentingnya pengamatan langit bagi peradaban kuno.

Mereka tidak sekadar melihat gerhana sebagai peristiwa alam, tetapi sebagai bahasa kosmik yang menghubungkan dewa, raja, dan rakyat.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#prasasti babilonia #ramalan bencana #gerhana bulan total