RADAR TULUNGAGUNG - Mundurnya Shigeru Ishiba dari kursi perdana menteri (PM) membuat Partai Demokrat Liberal (LDP) bergerak cepat mencari pengganti.
Pemilihan ketua baru partai dijadwalkan awal Oktober dan pemenangnya hampir pasti menjadi PM Jepang berikutnya.
Lima Nama Mengemuka
Meski belum ada deklarasi resmi, seperti dilansir BBC Selasa (9/9/2025), tiga nama sudah mengemuka sebagai kandidat terkuat.
Mereka adalah Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, dan mantan menteri Sanae Takaichi. Ketiganya pernah bersaing dengan Ishiba pada pemilihan internal LDP tahun lalu.
Selain ketiganya, ada dua kandidat lain. Masing-masing mantan menteri luar negeri Toshimitsu Motegi dan mantan menteri kea manan ekonomi Takayuki Kobayashi. Namun, peluang mereka dinilai masih di bawah Koizumi, Hayashi, dan Sanae.
Berikut fakta singkat ketiga sosok yang berpeluang besar menjadi Perdana Menteri Jepang:
1. Koizumi Penyuka Kucing
Koizumi menjadi sosok paling muda dan populer. Putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi itu dikenal media friendly dan aktif di media sosial.
Dia juga sering menarik perhatian publik lewat unggahan foto kucing, Usianya yang baru 44 tahun dipandang sebagai simbol generasi baru dalam politik Jepang.
2. Hayashi Berpengalaman
Berbeda dengan Koizumi, Hayashi membawa citra pengalaman dan stabilitas, Politikus berusia 64 tahun itu pernah memimpin Kementerian Luar Negeri.
"Hayashi bukan figur flamboyan, tetapi lebih berpengalaman dan teruji," ujar guru besar Universitas Tsukuba Tomohiko Taniguchi.
Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Konsep Baru Pestapora 2025, Mulai Musisi Bertukar Lagu hingga Sponsor Ditarik
3. Kans Perempuan Pertama
Sementara itu, Sanae dikenal sebagai politikus konservatif garis keras. Dia adalah sekutu dekat mendiang Shinzo Abe dan penentang pernikahan sesama jenis.
Jika menang, Takaichi akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang.
Sementara itu, Ishiba yang mengumumkan pengunduran diri pada Minggu (7/9) melakukannya demi mengambil tanggung jawab atas hasil pemilu.
Dalam pemilu Oktober tahun lalu dan pemilu majelis tinggi Juli lalu, LDP sebagai partai yang menaunginya kehilangan mayoritas di kedua kamar parlemen.
"Saya memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya," kata Ishiba seperti dilansir AFP.
Dia juga telah menegosiasikan tarifimpor AS yang sebelumnya jadi alasan untuk tidak mundur. Dengan begitu, penggantinya tidak akan tertinggal langkah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi Jepang. Negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana