Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jepang Cari Pengganti Ishiba Setelah Mundur dari Perdana Menteri, Tiga Sosok Berikut Jadi Kandidat Kuat

Siti Fadhilah Salsabila • Rabu, 10 September 2025 | 18:20 WIB

KANDIDAT: Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, dan mantan menteri Sanae Takaichi.
KANDIDAT: Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, dan mantan menteri Sanae Takaichi.

RADAR TULUNGAGUNG - Mundurnya Shigeru Ishiba dari kursi perdana menteri (PM) membuat Partai Demokrat Liberal (LDP) bergerak cepat mencari pengganti.

Pemilihan ketua baru partai dijadwalkan awal Oktober dan pemenangnya hampir pasti menjadi PM Jepang berikutnya.

Lima Nama Mengemuka

Meski belum ada deklarasi resmi, seperti dilansir BBC Selasa (9/9/2025), tiga nama sudah mengemuka sebagai kandidat terkuat.

Mereka adalah Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, dan mantan menteri Sanae Takaichi. Ketiganya pernah bersaing dengan Ishiba pada pemilihan internal LDP tahun lalu.

Baca Juga: Zetro Leonardo Purba, Diplomat RI di Peru Tewas Ditembak Orang Tidak Dikenal, Kemenlu Desak Penyelidikan Hingga Tuntas

Selain ketiganya, ada dua kandidat lain. Masing-masing mantan menteri luar negeri Toshimitsu Motegi dan mantan menteri kea manan ekonomi Takayuki Kobayashi. Namun, peluang mereka dinilai masih di bawah Koizumi, Hayashi, dan Sanae.

Berikut fakta singkat ketiga sosok yang berpeluang besar menjadi Perdana Menteri Jepang:

1. Koizumi Penyuka Kucing

Koizumi menjadi sosok paling muda dan populer. Putra mantan perdana menteri Junichiro Koizumi itu dikenal media friendly dan aktif di media sosial.

Dia juga sering menarik perhatian publik lewat unggahan foto kucing, Usianya yang baru 44 tahun dipandang sebagai simbol generasi baru dalam politik Jepang.

2. Hayashi Berpengalaman

Berbeda dengan Koizumi, Hayashi membawa citra pengalaman dan stabilitas, Politikus berusia 64 tahun itu pernah memimpin Kementerian Luar Negeri.

"Hayashi bukan figur flamboyan, tetapi lebih berpengalaman dan teruji," ujar guru besar Universitas Tsukuba Tomohiko Taniguchi.

Baca Juga: Di Balik Kesuksesan Konsep Baru Pestapora 2025, Mulai Musisi Bertukar Lagu hingga Sponsor Ditarik

3. Kans Perempuan Pertama

Sementara itu, Sanae dikenal sebagai politikus konservatif garis keras. Dia adalah sekutu dekat mendiang Shinzo Abe dan penentang pernikahan sesama jenis.

Jika menang, Takaichi akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang.

Sementara itu, Ishiba yang mengumumkan pengunduran diri pada Minggu (7/9) melakukannya demi mengambil tanggung jawab atas hasil pemilu.

Dalam pemilu Oktober tahun lalu dan pemilu majelis tinggi Juli lalu, LDP sebagai partai yang menaunginya kehilangan mayoritas di kedua kamar parlemen.

Baca Juga: Di Balik Reshuffle Kabinet Merah Putih, Mahfud MD Terkejut dengan Pencopotan Budi Gunawan dari Menko Polkam, Apa Alasannya?

"Saya memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya," kata Ishiba seperti dilansir AFP.

Dia juga telah menegosiasikan tarifimpor AS yang sebelumnya jadi alasan untuk tidak mundur. Dengan begitu, penggantinya tidak akan tertinggal langkah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi Jepang. Negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#Partai Demokrat Liberal #perdana menteri jepang #Shigeru ishiba #jepang