RADAR TULUNGAGUNG - Perdagangan bilateral Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Pemerintah Indonesia secara aktif memperluas jangkauan kerja sama dengan berbagai negara, baik dari kawasan Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Timur Tengah.
Upaya ini tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Menurut data Kementerian Perdagangan RI, nilai perdagangan bilateral Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 7,8 persen sepanjang kuartal pertama hingga ketiga tahun 2025.
Hal ini didorong oleh sejumlah perjanjian dagang strategis dan optimalisasi hubungan diplomatik dengan mitra dagang utama.
Baca Juga: Google dan Meta Berkolaborasi dengan Reliance, Negara Ini yang Menjadi Sasaran Awal
Beberapa sektor unggulan yang berkontribusi besar antara lain:
- Produk manufaktur dan elektronik
- Komoditas pertanian dan perikanan
- Energi terbarukan
- Jasa berbasis teknologi dan digitalisasi
Berikut adalah lima negara mitra dagang bilateral terbesar Indonesia di tahun 2025 berdasarkan nilai perdagangan dan kontribusi strategis:
1. Tiongkok (China) Nilai perdagangan mencapai USD 150 miliar
Fokus pada impor bahan baku industri, ekspor produk jadi, serta investasi teknologi dan Kolaborasi intensif dalam bidang energi hijau dan ekonomi digital.
2. Amerika Serikat
Volume perdagangan naik 12 persen dibanding 2024, Ekspor unggulan: tekstil, alas kaki, furnitur, dan produk kreatif serta AS menjadi tujuan utama ekspor UMKM Indonesia berbasis e-commerce.
3. Jepang
Mitra strategis dalam infrastruktur, otomotif, dan teknologi tinggi. Lalu, Jepang juga menjadi investor besar dalam sektor energi terbarukan di Indonesia
4. India
Pertumbuhan perdagangan bilateral melampaui USD 30 miliar, Ekspor utama: batu bara, minyak sawit, dan logam dan Meningkatkan kerja sama di bidang farmasi dan kesehatan.
Baca Juga: Mira Murati, Sosok Jenius di Balik ChatGPT yang Menolak US$1 Miliar dari Zuckerberg
5. Chile
Meskipun dari Amerika Latin, Chile jadi sorotan berkat implementasi IC‑CEPA. Fokus kerja sama: pangan, pertambangan, dan keberlanjutan dan Nilai perdagangan meningkat hampir 50 persen sejak perjanjian mulai berlaku
Strategi Indonesia dalam Perdagangan Bilateral
Indonesia menerapkan pendekatan berbasis kemitraan strategis komprehensif, dengan mengedepankan perjanjian dagang bilateral seperti CEPA dan FTA, diversifikasi pasar ekspor non-tradisional.
Kemudian diplomasi ekonomi inklusif termasuk pemberdayaan pelaku usaha perempuan dan UMKM, serta perluasan kerja sama di bidang hijau seperti transisi energi dan ekonomi sirkular
Di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia tetap optimis menjaga momentum pertumbuhan perdagangan bilateral.
Pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi perdagangan bilateral terhadap total ekspor nasional hingga 70 persen pada akhir 2025.
Namun, tantangan seperti hambatan tarif dan non-tarif, ketergantungan impor bahan baku, serta perlunya peningkatan daya saing produk nasional masih menjadi fokus perbaikan ke depan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana