RADAR TULUNGAGUNG - Sebuah simbol fiksi kini mewarnai aksi nyata ribuan demonstran muda Nepal, yang mayoritas berasal dari Gen Z.
Mereka memilih mengibarkan bendera One Piece dalam demonstrasi mereka melawan larangan media sosial dan sistem politik yang dinilai korup.
Bendera ini bukan sekadar gaya melainkan ungkapan kebebasan, perlawanan, dan idealisme baru.
1. Sebuah Simbol Pemberontakan dari Anime
Bendera hitam bergambar tengkorak dengan topi jerami, ikon Bajak Laut Straw Hat di anime One Piece, kini menjadi emblem dalam aksi-aksi protes di Kathmandu dan kota besar lain di Nepal.
Bendera yang dikenal sebagai "Jolly Roger"ini menyimbolkan kebebasan, keberanian, dan semangat menentang penindasan tema yang sangat resonan bagi generasi muda yang terbiasa menyuarakan diri di platform digital.
2. Dari Indonesia ke Nepal: Tren Simbolisme Pop Culture
Fenomena pengibaran bendera One Piece bukan hanya terjadi di Nepal. Beberapa pekan sebelumnya, demonstran di Indonesia juga menggunakan simbol ini dalam aksi protes mereka.
Hal ini sebagai bentuk ekspresi publik terhadap ketidakpuasan mereka terhadap isu-isu pemerintahan.
Penggunaan simbol global ini memperlihatkan bahwa budaya populer kini jadi bagian penting dari cara generasi muda di Asia menuntut keadilan.
3. Konteks Pemicu Protes: Sensor Media & Korupsi
Protes Gen Z Nepal dimulai setelah pemerintah memberlakukan larangan terhadap 26 media sosial besar termasuk Facebook, Instagram, dan YouTube karena dianggap belum memenuhi regulasi.
Bagi banyak pemuda, ini adalah upaya untuk mengendalikan kebebasan berbicara di zona digital.
Bersamaan itu, mereka juga menuntut transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah yang dianggap gagal mengatasi korupsi serta nepotisme.
4. Bukan Tanpa Risiko: Demonstrasi Memanas dan Dampaknya Nyata
Aksi protes ini tidak berjalan damai. Polisi dan militer merespon dengan tindakan keras gas air mata, peluru karet, bahkan tembakan langsung mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka.
Curfew diberlakukan di kota-kota besar, sementara pemerintah harus mencabut larangan media sosial sebagai langkah meredakan situasi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana