RADAR TULUNGAGUNG - Kerusuhan massal yang memporak-porandakan Nepal membawa sejarah baru. Untuk kali pertama di dunia, pemilihan perdana menteri Nepal dilakukan melalui aplikasi Discord.
Untuk kali pertama juga, Nepal dipimpin oleh perdana menteri perempuan. Yakni Sushila Karki. Dia akan menjabat sampai pemilu diselenggarakan pada 5 Maret 2026.
Sushila Karki kini menjadi harapan baru bagi warga Nepal. Mantan Ketua Mahkamah Agung itu terpilih menjadi perdana menteri setelah amuk massa di Nepal.
Dia menggantikan PM Sharma Oli yang mundur sesuai desakan demonstran diinisiasi generasi muda atau Gen Z Nepal.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Bertemu MBZ di Uni Emirat Arab, Bahas Geopolitik dan Dinamika Timur Tengah
Mereka merasa jengah dengan pemerintahan yang dianggap banyak korupsi. Bagai api disiram bensin, kemuakan masyarakat ber-ubah amarah saat pemerintah melarang 26 platform media sosial beroperasi di Nepal. Langkah itu dianggap sebagai pembungkaman.
Dilansir dari Indiana Expres, pada Jumat (12/9) malam waktu setempat, Presiden Nepal Ramchandra Paudel membubarkan par-lemen dan menetapkan pemilu pada 5 Maret nanti.
Pada hari yang sama, Ram Chandra Paudel menetapkan Karki sebagai PM Nepal, sesuai aspirasi gen Z.
Karki Dianggap Tokoh Antikorupsi
Nama Karki awalnya dimunculkan oleh Wali Kota Kath-mandu Balendra Shah. Pada Kamis (11/9), demonstran yang mayoritas gen Z makin gencar memberikan dukungan kepada Karki.
Perempuan itu dianggap tokoh anti-korupsi. Diskusi pun bergulir melalui Discord, aplikasi komunikasi para gamer.
Dilansir dari Independent, Discord melaporkan bahwa sebuah server dengan lebih dari 145 ribu anggota me nyelenggarakan debat tentang siapa yang berpotensi menjadi pemimpin sementara Nepal.
Jajak pendapat juga dilakukan di sana. Karki sering disebut dalam pembicaraan di jagat maya itu. "Parlemen Nepal saat ini adalah Discord," demikian tulis Sid Ghimiri, konten kreator Nepal.
Baca Juga: Eskalasi Demo Nepal Semakin Memanas! Benarkah Aksi Demonstran Gen Z Terinspirasi Aksi di Indonesia?
BBC melaporkan, Karki diperkirakan menunjuk menteri untuk kabinetnya dalam beberapa hari ke depan.
Namun, kabinetnya akan menghadapi berbagai tantangan. Kabinet anyar ini harus mampu memulihkan hukum dan ketertiban membangun kembali parlemen dan gedung gedung penting lainnya yang diserang hingga meyakinkan para pengunjuk rasa Gen Z yang menginginkan perubahan.
Tugas penting lainnya adalah membawa mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan saat demonstrasi untuk diseret ke pengadilan.
Partai-partai politik utama Nepal menuntut presiden segera mengembalikan parlemen yang dibubarkannya pada Sabtu (13/9).
Delapan partai, termasuk Kongres Nepal, CPN-UML dan Pusat Maois, mengatakan bahwa Presiden Ram Chandra Poudel bertindak inkonstitusional.
Pernyataan delapan partai politik itu ditandatangani oleh para ketua umum. Mereka berpendapat, langkah yang diambil Poudel tersebut bertentangan dengan preseden yang ditetapkan oleh pengadilan Nepal.
Perlu diketahui, pembubaran parlemen merupakan tuntutan utama para pemimpin maha siswa. Selain itu, delapan ketua umum partai menginginkan agar tuntutan Gen Z diwadahi oleh lembaga resmi negara. Bukan Discord.
Poudel tampaknya tidak ingin berpolemik. Dia mendesak agar semua pihak menahan diri.
"Konstitusi masih hidup, sistem parlementer masih hidup, dan republik demokrasi federal masih ada. Rakyat memiliki kesempatan untuk maju di jalur demokrasi yang lebih efisien dengan menyeleng-garakan pemilu dalam wakra enam bulan," ujarnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana