RADAR TULUNGAGUNG - Super Typhoon Ragasa (nama internasional: Typhoon Nando) melintas di bagian utara Filipina pada Selasa (23/9), membawa angin berkecepatan hingga 185 km/jam dan hembusan maksimum mencapai 230 km/jam.
Badan Meteorologi Filipina (PAGASA) menyatakan badai ini merupakan salah satu yang terkuat pada tahun 2025.
Pusat badai tidak mendarat langsung di daratan utama, namun melewati wilayah perairan timur laut Pulau Luzon.
Meski demikian, provinsi seperti Cagayan, Isabela, Batanes, dan Babuyan Islands terkena dampak signifikan.
Baca Juga: Kenapa Hewan Bisa Mendeteksi Bencana Alam Lebih Cepat? Ternyata Ini Alasannya
Otoritas setempat melaporkan bahwa lebih dari 8.500 orang telah dievakuasi ke tempat pengungsian, khususnya di daerah rawan banjir dan tanah longsor.
Sekolah-sekolah ditutup, pelabuhan menghentikan operasi, dan penerbangan domestik di wilayah utara dibatalkan untuk sementara.
PAGASA juga memperingatkan akan adanya gelombang laut tinggi dan hujan deras yang bisa memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah pegunungan dan pesisir.
Baca Juga: Tak Lagi Menjadi Misteri, Berikut Penjelasan Datangnya Angin
"Kami meminta masyarakat untuk tidak menunggu perintah evakuasi wajib. Keselamatan adalah prioritas," kata Raymond Liboro, juru bicara Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC).
Selain Filipina, badai ini juga memengaruhi wilayah selatan Taiwan dan sebagian Laut Cina Selatan, menyebabkan pembatalan penyeberangan dan kegiatan nelayan.
Pemerintah Filipina telah mengerahkan tim SAR, militer, dan logistik bencana ke berbagai titik rawan. Bantuan seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat telah dikirim ke lokasi pengungsian utama.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menginstruksikan seluruh lembaga untuk berkoordinasi dan mempercepat respons, serta memantau perkembangan badai dari pusat komando nasional. ****
Editor : Dharaka R. Perdana