Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pidato Hebat Presiden Prabowo Subianto di PBB Tuai Pujian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump: Anda Melakukan Pekerjaan Luar Biasa

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 25 September 2025 | 02:57 WIB

sidang majelis umum perserikatan bangsa-bangsa
sidang majelis umum perserikatan bangsa-bangsa

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80.

Pujian dari Trump ini menyoroti gaya komunikasi Prabowo yang dinilai penuh dengan ketegasan dan energi, bahkan disebut mampu menarik perhatian para pemimpin dunia yang hadir.

Momen penting ini terjadi saat Multilateral Meeting on the Middle East, sebuah pertemuan terbatas yang diselenggarakan atas undangan Donald Trump sendiri, bertempat di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, New York, pada Selasa (23/9/2025) waktu setempat.

Pertemuan tersebut digelar segera setelah Sidang Umum PBB berakhir dan hanya dihadiri oleh negara-negara yang dianggap memiliki peran krusial dalam upaya mewujudkan proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Presiden Trump saat itu menoleh ke arah Prabowo dan menyampaikan kalimat apresiasi yang lugas: "Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak,".

Gaya Presiden Prabowo yang berapi-api, termasuk tindakan mengentakkan tangan ke podium atau meja beberapa kali saat menyampaikan poin-poin penting, menjadi simbol keberanian dan ketegasan yang dihargai oleh Trump.

Baca Juga: Gelombang Pengakuan Bisa Terus Bertambah: Inggris, Australia, Kanada Resmi Akui Kedaulatan Palestina Jelang Majelis Umum Sidang PBB

Pertemuan Multilateral Timur Tengah ini, yang dibuka oleh Presiden Trump, secara spesifik menekankan pentingnya menghentikan perang Gaza dan upaya pembebasan sandera.

Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut sangat penting karena mempertemukan para pemimpin besar dari Timur Tengah, dan tujuannya adalah untuk mengakhiri perang di Gaza.

Emir Qatar Syekh Tamim ibn Hamad al-Thani yang turut hadir juga menegaskan bahwa satu-satunya alasan mereka berkumpul adalah untuk menghentikan perang dan memulangkan para sandera.

Serta mengandalkan kepemimpinan (termasuk kepemimpinan Trump) untuk mengakhiri konflik dan membantu rakyat Gaza, yang situasinya dinilai sangat buruk.

Selain Indonesia dan AS, forum tersebut juga dihadiri oleh Raja Jordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly.

Pertemuan diplomatik ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkret untuk penghentian konflik, pembebasan sandera, dan rencana pembangunan kembali Gaza setelah perdamaian tercapai.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung semua upaya demi perdamaian di Gaza.

Indonesia secara khusus siap mengirimkan pasukan perdamaian untuk menstabilkan situasi, yang juga akan membuka jalan bagi pembangunan kembali wilayah tersebut.

Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB sendiri dinilai sangat berbobot dan penuh komitmen terhadap perdamaian dunia.

Presiden Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia bagi PBB. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu penyumbang terbesar pasukan perdamaian PBB.

Baca Juga: Ketua DPR RI Puan Maharani Desak Evaluasi Total Program MBG Akibat Kasus Keracunan Massal, Jawa Barat Masih Tertinggi

Secara spesifik, Presiden Prabowo menyampaikan janji tegas bahwa jika dan ketika Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra dan putri bangsa untuk membantu mengamankan perdamaian. Pasukan ini siap ditugaskan di Gaza atau tempat konflik lain, seperti Ukraina, Sudan, dan Libya.

Prabowo mendapat giliran berbicara kelima pada hari pembukaan debat umum, setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, saat KTT Palestina di PBB pada Senin (22/9/2025), Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan di Gaza.

Ia menyebut ribuan nyawa tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, dan kelaparan mengancam. "Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa," ucap Prabowo.

Prabowo juga menyinggung latar belakang historis Indonesia yang pernah merasakan kepedihan penjajahan, penindasan, dan perbudakan, di mana rakyatnya diperlakukan lebih rendah.

Pengalaman ini menjadi dasar bagi Indonesia untuk memahami arti diabaikannya keadilan dan hidup dalam kemiskinan. Ini adalah salah satu momen di mana Prabowo mengentakkan podium.

Dalam konteks solusi konflik, Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab historis masyarakat internasional menyangkut masa depan Palestina, masa depan Israel, dan kredibilitas PBB itu sendiri. Indonesia konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati.

Menariknya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan mendukung semua jaminan keamanan Israel, namun hal ini akan dilakukan setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina.

Baca Juga: Purbaya Effect Bikin Saham Rokok Menguat, Investor Optimis Kebijakan Cukai Baru, Ini Rinciannya

Kepala negara juga menyampaikan pentingnya Deklarasi New York sebagai jalur damai dan adil. Prabowo mengapresiasi langkah sejumlah negara besar, termasuk Perancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal—yang telah mengakui Palestina.

"Pengakuan negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti," tuturnya.

Secara keseluruhan, Presiden Prabowo menekankan bahwa menghentikan perang di Gaza harus menjadi prioritas utama dunia internasional.

Ia menyerukan perlunya mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan untuk mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia.

Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian aktif dalam perjalanan menuju perdamaian ini, termasuk menyediakan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

Pujian dari Presiden AS Donald Trump ini tidak hanya memberikan sorotan terhadap kepemimpinan baru Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menggarisbawahi dampak komunikasi Prabowo yang tegas dan penuh semangat di hadapan para pemimpin dunia.

Ini adalah pengakuan signifikan bagi penampilan pertama Presiden Indonesia setelah 10 tahun di Sidang Umum PBB. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Majelis Umum #amerika serikat #Presiden Prabowo #donald trump #pbb