TULUNGAGUNG - Global South atau Selatan Global adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada negara-negara berkembang di wilayah Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania.
Istilah Global South muncul sebagai alternatif dari istilah lama seperti “negara dunia ketiga” yang kini dianggap kurang tepat dan cenderung merendahkan.
Walaupun secara geografis tidak selalu berada di bagian selatan bumi, negara-negara yang termasuk dalam Global South memiliki karakteristik umum:
- Pendapatan nasional per kapita relatif rendah
- Ketimpangan ekonomi dan sosial yang tinggi
- Ketergantungan ekonomi terhadap negara maju
- Sejarah kolonialisme dan imperialisme
- Sedang dalam proses pembangunan atau transisi ekonomi
Asal Usul Istilah 'Global South'
Istilah ini mulai populer sejak akhir abad ke-20, khususnya dalam wacana politik internasional dan ekonomi pembangunan.
Tujuannya adalah untuk:
- Menghindari dikotomi Utara vs Selatan secara geografis
- Menekankan posisi politik dan ekonomi yang terpinggirkan
- Menyoroti kebutuhan akan tatanan dunia yang lebih adil dan setara
Contoh Negara Global South
Beberapa negara yang sering dikategorikan sebagai bagian dari Global South antara lain:
- Indonesia
- India
- Brasil
- Afrika Selatan
- Nigeria
- Mesir
- Filipina
- Pakistan
- Vietnam
- Argentina
Peran Global South dalam Dunia Internasional:
1. Kekuatan Kolektif di Forum Global
Global South kini semakin aktif dalam forum internasional seperti:
- G77 (Group of 77)
- BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan)
- Non-Aligned Movement (Gerakan Non-Blok)
Negara-negara ini bersatu untuk memperjuangkan isu keadilan ekonomi, iklim, dan hak pembangunan.
2. Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Beberapa negara Global South (seperti Indonesia, India, dan Brasil) tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru (emerging markets) dan mulai memengaruhi arsitektur ekonomi dunia.
3. Pendorong Reformasi Tata Dunia
Global South mendorong reformasi di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, IMF, dan Bank Dunia agar lebih representatif terhadap kepentingan negara berkembang.
4. Diplomasi Global yang Lebih Inklusif
Kehadiran pemimpin Global South dalam sidang-sidang penting seperti G20 dan Sidang Umum PBB (seperti pidato Prabowo) memperkuat posisi mereka sebagai aktor penting dalam diplomasi global.
Tantangan yang Masih Dihadapi Global South
Meskipun berperan besar, negara-negara di Global South juga menghadapi berbagai tantangan, seperti:
- Ketergantungan terhadap investasi luar negeri
- Akses teknologi dan pendidikan yang tidak merata
- Krisis iklim dan dampaknya terhadap pembangunan
- Konflik internal dan masalah tata kelola pemerintahan
Global South bukan hanya istilah geografis, melainkan konsep geopolitik yang menggambarkan posisi negara-negara berkembang dalam sistem internasional.
Saat ini, Global South berperan penting sebagai:
- Penyeimbang kekuatan global
- Kekuatan kolektif dalam diplomasi multilateral
- Pendorong reformasi sistem dunia yang lebih adil
Dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi yang terus berubah, peran Global South akan semakin strategis dalam membentuk masa depan dunia.***
Editor : Vidya Sajar Fitri