Mengenal Sosok Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei yang Mengejek Netanyahu dan Bikin Heboh, Bikin Ratusan Diplomat Tinggalkan Ruang Sidang PBB!
Ilma Nurrahma• Senin, 29 September 2025 | 21:40 WIB
Sosok pemimpin Iran mencuri perhatian dunia dengan ejekan pedasnya terhadap Netanyahu di Sidang PBB. Momen mengejutkan saat ratusan diplomat meninggalkan ruang sidang.
RADAR TULUNGAGUNG - Pada sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terbaru, suasana menjadi sangat panas saat pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei secara tegas mengejek Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Aksi kontroversial ini pun langsung mengundang reaksi keras dari para diplomat yang hadir. Ratusan diplomat secara serentak memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes atas pernyataan keras sang pemimpin Iran.
Momen tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di media internasional. Namun, siapa sebenarnya sosok pemimpin Iran yang berani menyampaikan pernyataan kontroversial tersebut?
Profil Pemimpin Iran: Sosok yang Berani dan Kontroversial
Pemimpin Iran dikenal sebagai figur yang vokal dalam urusan politik regional dan kerap mengkritik kebijakan Israel secara terbuka.
Dengan gaya bicara yang lugas dan kadang provokatif, ia mampu menarik perhatian media dunia, terutama saat menghadiri forum-forum internasional seperti PBB.
Aksi mengejek yang dilakukan di panggung PBB ini memicu respons beragam. Tidak sedikit diplomat yang merasa terganggu dan memilih meninggalkan ruangan sebagai bentuk ketidaksetujuan.
Namun, ada pula yang melihat pernyataan ini sebagai cerminan ketegangan yang selama ini terjadi antara Iran dan Israel.
Sidang PBB memang kerap menjadi panggung bagi berbagai negara untuk mengekspresikan pandangan politiknya secara terbuka, dan kejadian ini menambah daftar momen dramatis yang mengisi sejarah forum internasional tersebut.
Dalam pidatonya, ia mengecam keras kebijakan Netanyahu yang dianggapnya sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan.
Kalimat-kalimat pedas yang dilontarkan bukan hanya untuk menyampaikan kritik, tetapi juga menyiratkan sikap Iran yang tak gentar menghadapi tekanan diplomatik dari Israel dan sekutunya. ****