RADAR TULUNGAGUNG - Dua tokoh besar di dunia teknologi, Mark Zuckerberg dan Elon Musk, kembali terlibat rivalitas.
Setelah bersaing di ranah media sosial, kini keduanya berlomba mengembangkan robot humanoid, teknologi yang diyakini mampu mengubah cara manusia bekerja dan hidup.
The Wall Street Journal kemarin (29/9) melaporkan, kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan perusahaan Zuckerberg, Meta, memicu Tesla milik Musk untuk meningkatkan strategi di bidang robotika.
Kacamata pintar itu bukan sekadar perangkat augmented reality, tetapi juga mampu merekam data video yang sangat berharga untuk melatih robot humanoid.
Meta memanfaatkan basis pengguna kacamata pintar mereka untuk mengumpulkan data pelatihan AI.
Adam Jonas, analis Morgan Stanley, memperkirakan, dalam dua tahun ke depan, sekitar 20 juta unit kacamata Meta akan digunakan di seluruh dunia. Jumlah itu hampir dua kali lipat kendaraan Tesla pada periode yang sama.
"Setiap pengguna kacamata Meta bisa jadi sedang melatih avatar humanoid melalui miliaran simulasi di dunia digital," tulis Jonas dalam laporan untuk investor.
Di sisi lain, Tesla memiliki keunggulan berkat pengalaman mereka mengembangkan sistem penglihatan komputer untuk mobil otonom. Teknologi itulah yang menjadi dasar untuk menciptakan robot humanoid.
"Kami membuat Optimus, robot humanoid Tesla. Kami baru saja mencapai terobosan besar dalam mentransfer pembelajaran langsung dari video manusia di internet ke robot," ungkap Milan Kovac, mantan wakil presiden Tesla. ****
Editor : Dharaka R. Perdana