TULUNGAGUNG - Belanda dikenal dengan keindahan kanal, kincir angin, dan bunga tulipnya.
Namun, ada satu desa kecil di Belanda yang menjadi daya tarik wisatawan karena keunikannya, yaitu Desa Giethoorn.
Terletak di provinsi Overijssel, Belanda, Giethoorn mendapat julukan “Venesia dari Utara” karena memiliki suasana mirip Venesia, Italia, dengan kanal-kanal yang membentang indah di antara rumah-rumah penduduk.
Keunikan utama dari Giethoorn adalah desa ini hampir tidak memiliki jalan raya seperti desa pada umumnya.
Sebagai gantinya, terdapat jaringan kanal sepanjang lebih dari 7 kilometer.
Untuk beraktivitas, warga desa menggunakan perahu kecil, baik untuk pergi ke sekolah, berbelanja, maupun sekadar berjalan-jalan menikmati suasana.
Perahu yang paling sering digunakan adalah whisper boat, yaitu perahu bermotor listrik yang bergerak dengan suara sangat pelan, sehingga tidak mengganggu ketenangan desa.
Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajahi desa dengan kano, kayak, atau berjalan kaki melewati jalur setapak yang tertata rapi.
Desa ini juga terkenal dengan rumah tradisionalnya yang cantik.
Banyak rumah di Giethoorn berusia ratusan tahun, dengan atap jerami dan taman bunga berwarna-warni yang terawat.
Pemandangan tersebut membuat Giethoorn tampak seperti desa dongeng.
Tak kalah menawan, terdapat lebih dari 170 jembatan kayu yang menghubungkan rumah-rumah dengan daratan di seberangnya.
Pemandangan jembatan kayu, kanal tenang, dan rumah tradisional menjadikan Giethoorn sebagai salah satu desa paling fotogenik di dunia.
Giethoorn didirikan sekitar abad ke-13 oleh sekelompok imigran dari daerah Mediterania.
Mereka menemukan banyak tanduk kambing di area rawa setelah banjir besar, sehingga desa ini dinamai Giethoorn yang berarti “tanduk kambing”.
Hingga kini, Giethoorn hanya dihuni oleh sekitar 2.600 penduduk.
Jumlah yang sedikit membuat suasana desa tetap tenang meskipun ramai oleh wisatawan.
Desa ini memiliki beberapa museum unik.
Misalnya, Museum De Oude Aarde yang memamerkan koleksi batu mulia dan mineral dari berbagai belahan dunia, serta Museum ’t Olde Maat Uus yang memperlihatkan kehidupan masyarakat pedesaan Belanda tempo dulu.
Meskipun ada jalan kecil di pinggir desa, kawasan utama Giethoorn bebas dari kendaraan bermotor.
Hal ini membuat udara tetap segar, lingkungan terjaga, dan suasana terasa sangat damai.
Giethoorn di Belanda adalah destinasi wisata yang unik dan romantis, cocok bagi siapa saja yang ingin merasakan suasana pedesaan klasik dengan pemandangan alam yang indah.
Dengan kanal sebagai jalur utama, jembatan kayu yang menawan, dan rumah tradisional yang terawat, Giethoorn benar-benar pantas disebut sebagai “Venesia dari Utara”.
Desa ini bukan hanya tempat wisata, melainkan juga contoh nyata bagaimana manusia bisa hidup harmonis dengan alam tanpa harus mengandalkan kendaraan bermotor.
Jika Anda berkunjung ke Belanda, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan Giethoorn yang penuh pesona.
Editor : Vidya Sajar Fitri