Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kawah Darvaza di Turkmenistan, Fenomena Alam Menakjubkan yang Dijuluki Gerbang Neraka dan Tak Pernah Padam

Siti Fadhilah Salsabila • Jumat, 3 Oktober 2025 | 05:42 WIB
Kawah Darvaza, api abadi di Turkmenistan yang menyala lebih dari 50 tahun, dijuluki Gerbang Neraka dan jadi magnet wisata dunia.
Kawah Darvaza, api abadi di Turkmenistan yang menyala lebih dari 50 tahun, dijuluki Gerbang Neraka dan jadi magnet wisata dunia.

TULUNGAGUNG - Di dunia ini ada banyak fenomena alam yang unik, tetapi tidak ada yang seaneh sebuah kawah besar di tengah Gurun Karakum, Turkmenistan.

Kawah ini dijuluki Gerbang Neraka atau Darvaza Gas Crater, karena api di dalamnya tak pernah padam sejak pertama kali terbakar puluhan tahun lalu.

Kawah Darvaza terbentuk pada tahun 1971 ketika tim geologi Soviet sedang melakukan pengeboran untuk mencari gas alam.

Saat itu, tanah runtuh dan menciptakan lubang besar berdiameter sekitar 70 meter dengan kedalaman 20 meter.

Dari lubang tersebut, keluar gas metana dalam jumlah besar yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Untuk mencegah gas beracun menyebar, para ilmuwan memutuskan membakarnya, dengan perkiraan api hanya akan bertahan beberapa minggu.

Namun yang terjadi justru di luar dugaan: api di kawah Darvaza tetap menyala hingga kini, lebih dari 50 tahun lamanya.

Fenomena api abadi ini membuat Darvaza dikenal dunia dengan nama Gate of Hell.

Di malam hari, kobaran api membuat pemandangan kawah tampak menyeramkan sekaligus menakjubkan.

Meski berbahaya, tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata ekstrem yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Bagi pemerintah Turkmenistan, kawah ini adalah daya tarik wisata unik sekaligus pengingat akan risiko besar eksploitasi alam.

Sampai sekarang, kawah Darvaza tetap menjadi misteri sekaligus daya pikat bagi peneliti maupun traveler.

Kawah Darvaza terbentuk pada tahun 1971 ketika tim geologi Soviet sedang melakukan pengeboran untuk mencari gas alam.

Saat itu, tanah runtuh dan menciptakan lubang besar berdiameter sekitar 70 meter dengan kedalaman 20 meter.

Dari lubang tersebut keluar gas metana dalam jumlah besar yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Untuk mencegah gas beracun menyebar, para ilmuwan memutuskan membakarnya, dengan perkiraan api hanya akan bertahan beberapa minggu.

Namun, yang terjadi justru di luar dugaan: api di kawah Darvaza tetap menyala hingga kini, lebih dari 50 tahun lamanya.

Fenomena api abadi ini membuat Darvaza dikenal dunia dengan nama Gate of Hell.

Di malam hari, kobaran api membuat pemandangan kawah tampak menyeramkan sekaligus menakjubkan.

Meski berbahaya, tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata ekstrem yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Bagi pemerintah Turkmenistan, kawah ini adalah daya tarik wisata unik sekaligus pengingat akan risiko besar eksploitasi alam.

Sampai sekarang, kawah Darvaza tetap menjadi misteri sekaligus daya pikat bagi peneliti maupun traveler.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#turkmenistan #Kawah #Ekstrem #wisata #fenomenaalam