Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Malaysia Minta Maaf Resmi ke Presiden Prabowo atas Kesalahan Sebut Nama di KTT ASEAN

Ilma Nurrahma • Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:55 WIB

Siaran langsung pembukaan 47th ASEAN Summit di Kuala Lumpur membuat salah sebut nama Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo. (youtube.com)
Siaran langsung pembukaan 47th ASEAN Summit di Kuala Lumpur membuat salah sebut nama Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo. (youtube.com)

RADAR TULUNGAGUNG Pada Minggu, 26 Oktober 2025 KTT ASEAN ke-47 resmi dibuka di Kuala Lumpur, Malaysia.

Siaran langsung dari Radio Televisyen Malaysia (RTM) menghebohkan ketika seorang komentator secara keliru menyebut nama Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai mantan Presiden Joko Widodo.

RTM kemudian melakukan investigasi internal dan mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia atas kesalahan tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tetapkan Bahasa Portugis Prioritas Kurikulum Sekolah di Indonesia, DPR RI Berikan Tanggapan

Insiden ini menjadi sorotan publik regional dan memunculkan komitmen lebih kuat terhadap verifikasi fakta dalam penyiaran acara diplomasi internasional.

RTM kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa “berdasarkan investigasi internal,

terdapat kesalahan oleh komentator siaran yang menyebut Indonesia’s President sebagai Joko Widodo, padahal Presiden yang sedang menjabat adalah Prabowo Subianto.”

Baca Juga: Momen Bersejarah di Istana Merdeka: Presiden Prabowo Sambut Presiden Afrika Selatan, Kuatkan Diplomasi Global

Dalam pernyataannya, RTM menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo, pemerintah Indonesia, dan semua pihak yang terdampak oleh kesalahan tersebut.

Lebih lanjut, RTM menyatakan akan memperkuat kontrol editorial dan prosedur pengecekan fakta agar kesalahan serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Meski kekeliruan ini terjadi, pemerintah Indonesia tampaknya menanggapinya dengan tenang, melihatnya sebagai bentuk koreksi dan penghormatan dalam kerangka hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Malaysia.

Insiden ini juga mengingatkan pentingnya akurasi dalam momen diplomasi besar seperti KTT ASEAN, di mana kesalahan kecil pun dapat mendapatkan sorotan media regional dan internasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BIN, Bahlil, dan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kertanegara, Prioritaskan Pengembangan SDM STEM

Sebagai negara tuan rumah KTT dengan tema “Inclusivity and Sustainability”, Malaysia tentu berharap agar acara berjalan lancar dan mencerminkan profesionalisme tinggi.

Kesalahan penyebutan nama foto-finish ini kini dijadikan momen introspeksi bagi penyelenggara acara dan media penyiar di kawasan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#malaysia #kuala lumpur #ktt asean #Prabowo Subianto