Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Langit Amerika Memukau! Aurora Borealis Hiasi Colorado dan Alaska Usai Badai Matahari Global

Iqbal Pangestu • Jumat, 14 November 2025 | 05:25 WIB

Cahaya Utara menari di langit di atas Fairbanks, Alaska, pada 11 November 2025, dihasilkan oleh flare Matahari yang menghasilkan visual yang sangat jelas.
Cahaya Utara menari di langit di atas Fairbanks, Alaska, pada 11 November 2025, dihasilkan oleh flare Matahari yang menghasilkan visual yang sangat jelas.

RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena alam Aurora Borealis atau Cahaya Utara baru-baru ini menyajikan pertunjukan cahaya yang spektakuler. Penampakan yang tidak biasa ini terjadi di wilayah Alaska dan bahkan Colorado.

Pemandangan menakjubkan ini dipicu oleh serangkaian Badai Matahari yang merupakan ledakan di permukaan Matahari. Ledakan Matahari ini menyebabkan aliran partikel bermuatan lebih banyak menuju atmosfer Bumi.

Cahaya Utara terlihat sangat terang dan berwarna di luar Fairbanks, Alaska, pada malam 11 November 2025. Di Colorado, aurora juga terlihat pada 12 November 2025, menyajikan light show yang luar biasa.

Baca Juga: Deretan Fenomena Astronomi November 2025, Supermoon Terbesar hingga Dua Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia

Profesor Fisika Universitas Alaska Fairbanks, Mark Conde, memperkirakan aktivitas atmosfer akan berlanjut. Aurora berwarna cerah diperkirakan terjadi hingga Rabu malam.

Conde menjelaskan dirinya melihat pita-pita merah yang besar dan tinggi di langit malam dari rumahnya di Fairbanks. Dia menyebut tampilan Aurora Borealis berwarna merah tua ini sangat tidak biasa dan langka.

Warna merah tua hanya terjadi selama peristiwa ekstrem yang dipicu badai Matahari. Conde mengibaratkan pemandangan langka itu seperti "anggur terbaik dari aurora" (fine wine of the aurora).

Aurora disebabkan oleh partikel bermuatan, khususnya proton dan elektron, yang mengalir ke medan magnet Bumi. Partikel-partikel ini kemudian menyerang atmosfer kita, melukiskan gambar di langit malam.

Ledakan Matahari baru-baru ini menghasilkan tampilan cahaya utara yang sangat terlihat. Hal ini karena lebih banyak partikel bermuatan bersentuhan dengan atmosfer Bumi.

Angin Matahari yang melewati atmosfer Bumi menghasilkan medan listrik. Medan magnet Bumi biasanya menangkis partikel ini dari wilayah dekat Bumi.

Namun, jika angin Matahari memiliki muatan magnet yang berlawanan, ia bisa menembus pelindung magnet Bumi. Ini memungkinkan partikel menemukan jalan ke atmosfer kita.

Baca Juga: Pantang Dilewatkan, Supermoon Bakal Hiasi Langit Indonesia pada Rabu 5 November, Bulan Tampak Lebih Besar dan Terang

Conde menggambarkan ini "hampir seperti saklar" yang terbuka karena medan magnet sejajar. Kondisi ini memungkinkan angin Matahari masuk dan memompa magnetosfer.

Peristiwa inilah yang menghasilkan tampilan aurora yang sangat terlihat di banyak bagian Belahan Bumi Utara. Warna merah tua yang tidak biasa itu disebabkan aliran besar partikel berenergi rendah.

Partikel berenergi rendah tersebut mampu berinteraksi kuat dengan atmosfer Bumi. Di Colorado, penampakan ini terlihat pada malam hari dan diperkirakan masih bisa muncul lagi malam ini.

Para ilmuwan mempelajari aurora bukan hanya karena visualnya yang spektakuler, tetapi juga alasan praktis. Aurora adalah salah satu aspek dari cuaca antariksa yang memengaruhi teknologi modern.

Cuaca antariksa dapat berdampak signifikan pada komunikasi radio dan satelit. Flare Matahari minggu ini mengganggu pengumpulan data pada dua wahana antariksa yang digunakan peneliti.

Di masa lalu, angin Matahari bahkan pernah menjatuhkan satelit komunikasi internet Starlink keluar dari orbit. Satelit-satelit itu kemudian masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan, Keindahan Langit Malam yang Selalu Dinantikan Masyarakat Bumi

Flare Matahari yang menyebabkan aurora terang ini juga mempercepat radiasi yang berbahaya. Radiasi ini mengancam keselamatan astronot dan pesawat ruang angkasa.

Astronot yang berada di permukaan Bulan akan berada di luar gelembung pelindung magnetik Bumi. Mereka berpotensi mengalami risiko kesehatan signifikan dari radiasi.

Bagi fisikawan seperti Conde, mengamati aurora juga penting karena lingkungan dekat Bumi adalah laboratorium alam. Mereka dapat mempelajari fenomena plasma yang mustahil direproduksi di Bumi.

Misalnya, untuk mempelajari interaksi plasma di darat, akan dibutuhkan ruang hampa berdiameter 100 kilometer. Pengamatan ini membantu menjawab pertanyaan tentang evolusi jangka panjang atmosfer atas Bumi.

Meskipun studi ilmiah itu penting, Conde mengakui bahwa pemandangan aurora memang sangat indah. Keindahan visual alami ini terus menarik banyak orang untuk melihatnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#aurora borealis #badai matahari #colorado #astronomi #alaska