RADAR TULUNGAGUNG - Museum Louvre di Paris, Prancis kembali menjadi sorotan setelah salah satu ruang pamernya, Galeri Campana, ditemukannya masalah ditutup sementara akibat ditemukannya masalah struktural pada balok penyangga lantai dua.
Penutupan terbaru Museum Louvre ini terjadi hanya sebulan setelah museum paling terkenal di dunia itu dirampok pada siang hari, menjadikannya rangkaian insiden yang semakin menekan institusi tersebut.
Baca Juga: Delapan Perhiasan Curian dari Museum Louvre di Paris Sulit Dijual Utuh, Museum Vatikan Degdegan
Pihak Louvre menyatakan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan selama tim teknis melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Lantai dua area itu merupakan ruang perkantoran, dan sebanyak 65 pegawai telah dipindahkan ke lokasi lain.
"Penutupan ini bukan masalah besar, tetapi tetap menjadi kabar kurang menyenangkan bagi institusi yang tengah disorot karena persoalan keamanan," demikian pernyataan resmi Louvre.
Baca Juga: Aksi Pencurian Paling Legendaris Guncang Paris, Mahkota Istri Napoleon III Raib dari Museum Louvre
Sebulan sebelumnya, empat perampok melakukan aksi dramatis di tengah jam kunjungan. Mereka membawa kabur perhiasan senilai sekitar USD102 juta.
Perampokan itu memaksa Louvre menutup seluruh museum selama tiga hari. Hingga kini, perhiasan tersebut belum ditemukan, meski para tersangka sudah didakwa.
Kepala Museum Louvre, Laurence des Cars, sebelumnya telah memperingatkan tentang penurunan kondisi bangunan.
"Proliferasi kerusakan di ruang-ruang museum, beberapa di antaranya berada dalam kondisi sangat buruk," kata Laurence dalam memo interbal yang dikutip AFP, kemarin (18/11). ****
Editor : Dharaka R. Perdana